BATANG – Gas bumi mulai dialirkan secara perdana di pipa ruas Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap 2. Proyek pipanisasi gas ini menjamin ketersediaan energi yang lebih stabil serta memberi kepastian bagi pelaku industri dalam menghitung biaya produksi, menjaga keberlanjutan operasi, serta merencanakan investasi secara lebih terukur.

Yuliot, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa proyek ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memperkuat fondasi energi nasional dan mendorong nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Setelah dilakukan proses uji coba pada setiap ruas titik yang ada dan Alhamdulillah itu relatif aman, tidak ada kebocoran. Sehingga pada hari ini, kita bisa melakukan seremoni gas in untuk ruas Cisem 2,” kata Yuliot pada acara Peresmian Pengaliran Gas Bumi (Gas-In) Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap 2 di Batang, Jawa Tengah, Rabu (18/3).

Yuliot menegaskan bahwa proyek Cisem Tahap 2 merupakan bagian dari program strategis pemerintah melalui Kementerian ESDM untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi.

“Dari sisi potensi untuk gas, Alhamdulillah ikita juga sudah melaksanakan berbagai kegiatan eksplorasi dan juga sumur-sumur produksi dan sebagian besar yang dihasilkan itu adalah gas. Dengan adanya sumber gas yang ada di kawasan timur Indonesia dan juga yang ada dari Andaman dan Natuna, ikita integrasikan dalam satu sistem. Ini sistem transmisi gas nasional,” ujarnya.

Menurut Yuliot, integrasi tersebut akan mempermudah pengembangan kawasan industri, kawasan pertumbuhan, dan kawasan komersial. Dengan ketersediaan energi yang lebih baik, percepatan ekonomi di daerah-daerah yang dilalui infrastruktur ini akan lebih mudah terwujud.

Peresmian mengalirnya gas melalui Cisem 2 menjadi tonggak penting karena menandai selesainya tahap konstruksi Season 2 proyek pipa transmisi Cirebon-Semarang. Tahap ini dimulai dari First Welding (pengelasan awal) oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 30 September 2024.

Sementara itu, Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi mengatakan bahwa setelah dinyatakan bebas dari kebocoran, proyek pipanisasi Cisem Tahap II sepanjang 302 km yang membentang dari Semarang hingga Kandang Haur Timur di Cirebon siap dialiri gas untuk konsumen.

“Saat ini sudah ada komitmen dari beberapa konsumen yang menyatakan minatnya untuk memanfaatkan gas yang dialirkan melalui ruas pipa Cisem ini seperti Kilang Balongan, Cikarang Listrindo Tbk, dan beberapa industri lain,” ujarnya.

Proyek pipanisasi Cisem menjadi kunci integrasi pipa transmisi gas antara Sumatera dan Jawa. Dengan selesainya Pipa Cisem 2 tahun ini dan rencana pembangunan Pipa Dumai-Sei Mangkei (Dusem) dalam dua tahun ke depan, transmisi gas dari Sumatera ke Jawa diperkirakan akan terintegrasi penuh. Hal ini memungkinkan wilayah yang surplus gas, seperti Jawa Timur, menyalurkan gas ke wilayah dengan permintaan tinggi seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Tersambungnya pipa transmisi Sumatera-Jawa diharapkan mendorong peningkatan konsumsi gas domestik dan mengurangi ekspor. Saat ini porsi gas untuk dalam negeri sekitar 65% dan dengan integrasi ini proporsi tersebut diperkirakan dapat meningkat. (RI)