JAKARTA — PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui anak usahanya, PLN Nusantara Renewables bakal mempercepat pengembangan PLTS Terapung Karangkates yang berlokasi di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Proyek ini menjadi salah satu langkah strategis dalam optimalisasi aset waduk untuk menghasilkan energi bersih, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, RUPTL PLN.
PLTS Terapung Karangkates dikembangkan dengan kapasitas 100 MWac atau 133 MWp melalui entitas pengembang PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI).
Pengembangan proyek ini merupakan wujud nyata pemanfaatan ruang waduk yang produktif dan berkelanjutan. Dalam materi paparan disebutkan bahwa proyek ini didorong oleh beberapa landasan strategis, mulai dari komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement, implementasi program pemerintah terkait swasembada energi, optimalisasi aset existing berupa waduk, hingga penugasan dari PT PLN (Persero) kepada PT PLN Nusantara Power pada tahun 2022.
Ruly Firmansyah, Direktur Utama PLN Nusantara Power menyampaikan arah perusahaan dalam pengembangan energi ramah lingkungan ini,
“PLTS Terapung Karangkates merupakan langkah strategis PLN Nusantara Power Group dalam memperkuat portofolio energi baru terbarukan di Indonesia. Kami memandang proyek ini bukan sekadar pembangunan pembangkit, melainkan simbol kolaborasi, optimalisasi aset nasional, dan upaya bersama untuk mewujudkan masa depan energi yang lebih hijau dan efisien’, ujar Ruly, Rabu (11/3).
Secara pengembangan, proyek ini telah melewati sejumlah tonggak penting. Setelah finalisasi perencanaan dan penyusunan studi kelayakan pada periode 2021–2022, salah satu milestone terbaru adalah pelaksanaan Soft Launching Ceremony pada 10 Februari 2026, yang menandai bergeraknya proyek ke fase konstruksi.
Dokumen KKPR PV Plant, AMDAL, dan KKPR SF telah selesai, sementara beberapa perizinan lanjutan seperti PPKH PV Plant SF, IPSDA, serta sebagian komponen LUA/RAUA masih dalam proses perolehan dengan target penyelesaian pada Maret 2026. Penataan KJA (Keramba dan Jaring Apung) juga telah diselesaikan pada 31 Januari 2026.
Pada sisi engineering, proses persetujuan desain masih berjalan. Pada sisi procurement, material floater untuk kapasitas 5 MW telah berada di site, disertai proses fabrikasi PV module, inverter, dan floater.
Ndaru Tri Hatmoko, Sekretaris Perusahaan PLN Nusantara Renewables menuturkan manfaat dari PLTS Terapung Karangkates bagi sistem energi maupun masyarakat sekitar yang berpotensi menyediakan listrik bagi sekitar 100.000 rumah tangga. “Serta menurunkan emisi karbon hingga 181.700 ton CO2 per tahun,” kata Ndaru.
Selain itu, proyek ini diproyeksikan membuka sekitar 600 lapangan pekerjaan, meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, menarik investasi dan pendanaan internasional, serta menambah daya tarik wisata di Kabupaten Malang. Pemanfaatan area waduk sendiri direncanakan seluas 71 hektare atau sekitar 5,3% dari area Waduk Karangkates.



Komentar Terbaru