JAKARTA — Upaya peningkatan produksi minyak nasional terus dilakukan melalui reaktivasi sumur-sumur yang sebelumnya tidak berproduksi (idle). Salah satunya dilakukan di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, dengan keberhasilan mengaktifkan kembali sumur Banyu Urip B-04.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), mengatakan sumur tersebut merupakan sumur idle ketiga yang berhasil direaktivasi di lapangan tersebut.

“Sumur idle ke-3 yang dilakukan re-aktivasi yaitu sumur Banyu Urip B-04. Setelah dilakukan pengetesan dapat menghasilkan produksi minyak sebesar 3.100–4.500 BOPD (barel per hari),” ujar Djoko.

Menurutnya, keberhasilan tersebut dicapai melalui intervensi teknologi Gas Shut Off (GSO) untuk menghentikan aliran gas yang sebelumnya mengganggu produksi minyak.

“Adapun intervensi teknologi yang digunakan adalah menghentikan aliran gas (Gas Shut Off/GSO) yang terproduksi menggunakan bahan kimia yang diproduksi oleh Halliburton dengan formula kimia yang dibuat oleh ExxonMobil sendiri,” kata Djoko.

Bahan kimia tersebut dipompakan atau diinjeksikan ke dalam sumur hingga mencapai lubang perforasi dan masuk ke reservoir minyak. Di dalam reservoir, zat kimia tersebut bereaksi dengan gas pada dinding batuan reservoir di sekitar porositas batuan.

“Reaksi kimia tersebut dapat menyumbat atau menahan gas agar tidak mengalir ke lubang bawah sumur (well bore), sehingga minyak dapat leluasa mengalir dari batuan reservoir ke lubang well bore,” jelasnya.

Djoko menambahkan, operasi GSO ini tidak memerlukan penggunaan rig pengeboran sehingga prosesnya menjadi lebih cepat dan efisien.

“Operasi GSO tersebut tidak menggunakan rig, tetapi cukup menggunakan Coil Tubing Unit agar lebih cepat dan lebih efisien namun tetap aman,” ujarnya.

Dengan keberhasilan tersebut, hingga saat ini telah ada tiga sumur idle di Lapangan Banyu Urip yang berhasil direaktivasi dari total 14 sumur yang sebelumnya tidak berproduksi.

“Dengan demikian dari 14 idle well yang ada di Lapangan Banyu Urip, saat ini sudah tiga idle well yang direaktivasi kembali,” kata Djoko.

Ia berharap 11 sumur idle lainnya dapat segera diaktifkan kembali melalui strategi teknologi Gas Shut Off (GSO) maupun Water Shut Off (WSO) untuk menambah produksi minyak nasional.

“Insya Allah 11 idle well lainnya dapat segera diaktifkan kembali dengan strategi GSO maupun WSO dan dapat menghasilkan produksi yang signifikan,” tutupnya. (RI)