JAKARTA – Proyek Abadi Masela akhirnya berlanjut dengan diterbitkannya salah satu dokumen paling penting dalam proyek tersebut yakni Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) Kementerian Lingkungan Hidup.
“Alhamdulilah akhirnya kemarin di hari baik Jumat barokah telah terbit AMDAL buat Proyek Masela, sebagai hadiah menjelang Ramadhan, Insya Allah akan groundbreaking dalam waktu dekat,” kata Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), di Jakarta, akhir pekan.
AMDAL yang diperoleh Inpex Masela Ltd ini menjadi tanda bahwa proyek Masela bisa segera masuk ke dalam proses konstruksi.
Lapangan Masela memiliki cadangan gas sekitar 18,54 TCF. Setelah beroperasi penuh, kapasitas produksinya akan mencapai 9,5 MTPA LNG, 150 MMSCFD gas pipa, serta sekitar 35.000 BOPD kondensat.
Proyek Abadi Masela adalah salah satu proyek gas terbesar yang pernah digarap di Indonesia. Meskipun belum berproduksi, usia proyek ini sudah lebih dari satu dekade hanya untuk mengurus berbagai perizinan dan studi kelayakan. Saat ini proses Front End Engineering Design (FEED) sudah berjalan.
Proyek Pengembangan Lapangan Abadi oleh Inpex Masela ini adalah proyek hulu migas terbesar dalam beberapa dekade terakhir, OLNG-nya adalah skema Hulu, juga dilengkapi dengan teknkologi CCS/CCUS dan menelan investasi jumbo sekitar US$20 miliar.
Proyek ini sempat alami pergantian kepemilikan hak partisipasi atau Participating Interest (PI). Shell memutuskan melepas PI nya yang kemudian diakuisisi oleh Pertamina dan Petronas. (RI)


Komentar Terbaru