JAKARTA – Keberhasilan strategi diversifikasi serta peningkatan produksi dan harga komoditas batu bara
global memperkokoh kinerja positif PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) di 2022.

Sepanjang 2022 Delta Dunia Makmur membukukan pendapatan sebesar US$1,554 miliar, atau.sekitar Rp24 triliun, meningkat 71% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, Perseroan juga mengantongi laba bersih sebesar US$29 juta, atau sekitar Rp448,1 miliar. “Perseroan juga membagikan total dividen sebesar US$5,15 juta, sekitar Rp79,8 miliar, atau setara dengan Rp10,17 per saham,” ungkap Ronald Sutardja, Direktur Utama Delta Dunia Makmur, dalam kegiatan diskusi kinerja bisnis di Jakarta, Selasa(28/3/2023).

Seluruh pencapaian ini juga dilandasi oleh komitmen Perseroan terhadap Environmental, Social, dan Governance (ESG) yang kuat. Pada 2022, Perseroan mencatat sejumlah keberhasilan terkait komitmen ESG, yaitu secara konsisten selama tiga tahun berturut-turut mempertahankan intensitas karbon di level 0.016 ton CO2e/ton produksi walaupun volume produksi meningkat, mengadopsi bahan bakar B30 untuk unit alat berat sejak 2019, dan menerapkan pendekatan ekonomi sirkular dalam mengelola limbah.
“Selain itu, 40% dar total armada truk yang dioperasikan BUMA Australia merupakan diesel electric-drive truck yang memiliki emisi karbon dan konsumsi bahan bakar yang lebih rendah,” kata Dian Andyasuri, Executive Leadership Team Delta Dunia Makmur.

EBITDA Perseroan berada pada posisi yang lebih baik, yaitu sebesar USDl$365 juta atau sekitar Rp5,6 triliun, naik 56% dibandingkan tahun sebelumnya.

Ronald mengatakan, selain meningkatnya produksi dari Indonesia dan harga batu bara global, pencapaian kinerja positif perusahaan di sepanjang 2022 menunjukkan keberhasilan strategi diversifikasi yang kami jalankan mulai Kuartal IV 2021 dan sepanjang tahun lalu. Diversifikasi tersebut antara lain melalui aktivitas pertambangan metallurgical coal, terutama dengan mengakuisisi BUMA Australia di Desember 2021.

Sejak diakuisisi, nilai kontrak jasa pertambangan dari BUMA Australia meningkat sebesar empat kali lipat, dari sebelumnya AUD0,6 miliar (Rp6,1 triliun) menjadi AUD2,3 miliar (Rp23,6 triliun). Volume produksi konsolidasi juga meningkat signifikan, dibuktikan dengan overburden removal sebesar 547 juta Bank Cubic Meter (BCM), naik signifikan sebesar 68% dibandingkan periode 2021.
Sementara produksi batu bara perseroan naik sebesar 87 juta ton atau naik 61% secara year-on-year dibandingkan 2021

Sepanjang 2022, berbagai aktivitas diversifikasi perseroan menghasilkan portfolio usaha yang lebih beragam, 13% operasional pertambangan metallurgical coal di Australia, 87% operasional pertambangan thermal coal.

“Ke depannya, perseroan berkomitmen untuk terus memperluas diversifikasi usaha, meningkatkan aktivitas rehabilitasi situs tambang, serta mengembangkan bisnis infrastruktur di Indonesia,” kata Ronald.

Kinerja positif sepanjang 2022 juga didukung aksi melanjutkan buyback saham sebanyak 712 juta lembar saham, merepresentasikan 8,3% dari saham yang dimiliki Perseroan hingga 31 Desember 2022 lalu. Aksi buyback terus berlanjut hingga per 14 Maret 2023, jumlahnya bertambah menjadi 842 juta lembar saham, merepesentasikan 9,8% dari saham yang dimiliki Perseroan.

Selain itu pada November 2022, perseroan berinvestasi sebesar USD3 juta (Rp46,5 miliar) ke Asiamet Resources Limited (ARS) melalui penambahan modal emiten (private placement), dan penambahan kepemilikan saham (shareholding) dari 15,3% menjadi 24,2%. “Investasi tersebut nantinya akan digunakan untuk menyelesaikan studi kelayakan yang bankable untuk Proyek Tembaga Beruang Kanan Main (BKM), pembiayaan proyek lanjutan untuk pengembangan BKM, dan modal kerja perusahaan. Strategi kami ke depannya adalah terus mencari peluang dari komoditas yang memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan (future-facing commodities/FFCs),” ujar Ronald.

Perseroan juga menganggarkan Rp19,5 miliar pada 2022 untuk program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan inisiatif lainnya di masyarakat. Salah satu inisiatif Perseroan adalah kerja sama BUMA, anak perusahaan Perseroan, dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk pengadaan program yang menghasilkan lulusan yang siap kerja. Melalui kegiatan ini, BUMA merekrut 1.464 siswa yang bertalenta untuk dipersiapkan menjadi operator dan mekanik. Lewat kerja sama ini, Perseroan dan BUMA turut berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran di antara lulusan SMK dan sekaligus memenuhi kebutuhan SDM bagi industri pertambangan.

“Kami berkomitmen untuk terus menerapkan langkah-langkah strategis di seluruh wilayah operasional kami untuk mendukung terwujudnya kelestarian lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan, dengan mengadopsi prinsip-prinsip keunggulan operasional berbasis teknologi dengan fokus ESG yang kuat, dan diversifikasi menuju portfolio ekonomi berkelanjutan yang rendah karbon,” kata Ronald.(RA)