Dunia Energi Logo Senin, 12 November 2018

Penguatan Dolar Hempaskan Harga Emas ke Titik Terendah

CHICAGO–  Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun lebih dari 1% pada akhir perdagangan Jumat  atau Sabtu (10/11) pagi WIB karena dolar AS menguat setelah Federal Reserve mengindikasikan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Laporan yang dikutip dari Xinhua seperti dilansir antaranews.com menyebutkan kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, jatuh US$16,50 atau 1,35%, menjadi menetap di US$1.208,60 per ounce, tingkat terendah dalam satu bulan.

Sementara itu, logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun US$28,30 sen atau 1,96%, menjadi ditutup pada US$14,14 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari 2019 turun US$14,3 atau 1,64%, menjadi menetap di US$856,00 per ounce.

Federal Reserve AS mengumumkan keputusannya pada Kamis (8/11) untuk mempertahankan suku bunga utama tidak berubah, tetapi mengisyaratkan kenaikan lebih lanjut secara bertahap di waktu mendatang.

Keputusan itu mendorong indeks dolar AS jauh lebih tinggi. Indeks, pengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,27% menjadi 96,90 pada pukul 18.08 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika dolar AS menguat maka emas berjangka akan turun karena emas yang diukur dengan dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average jatuh 251,58 poin atau 0,98% pada pukul 18.19 GMT. S&P 500 dan Nasdaq mengikuti penurunan Dow. Beberapa analis mencatat bahwa kejatuhan emas akan dibatasi oleh kerugian di pasar ekuitas. (DR)

Baca juga  Pemerintah Siapkan Konsorsium Pupuk Indonesia untuk Serap Gas Masela

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.