Dunia Energi Logo Kamis, 23 November 2017

Pemerintah Apresiasi Kinerja Pertamina Terkait Keamanan Stok dan Pasokan BBM

JAKARTA-Pemerintah mengapresiasi kinerja PT Pertamina (Persero), badan usaha milik negara di sektor energi terintegrasi, terkait kerja ekstra keras manajemen dan karyawan dalam menyediakan kebutuhan serta keamanan stok dan pasokan bahan bakar minyak selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2017.

Ignasius Jonan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan secara umum tahun ini, khususnya tentang pasokan BBM jauh lebih bagus dari tahun-tahun lalu. Kekurangan di tiap daerah, termasuk LPG hampir tidak ada, sangat minimal sekali.

“Tidak sampai ada suatu daerah yang kekurangan dalam jangka waktu yang panjang. Kalau ada satu atau dua titik mungkin kekurangannya itu tiga jam, karena terlambat dalam pengiriman. Tidak sampai satu hari,” ujar Jonan seperti dikutip Antara.

Mengenai kebijakan harga BBM, Menteri ESDM menegaskan pemerintah telah menetapkan mulai 1 Juli hingga 30 September 2017 mendatang harga BBM tidak mengalami perubahan. “Sudah ada (penetepannya) per 1 Juli. BBM penugasan, premium RON 88, Pemerintah menetapkan harga ecerannya tidak naik, tetap Rp6.450 per liter, sampai 30 September. Kalau yang Public Service Obligation (PSO), Solar 48 juga tetap, Rp5.150 per liter. Ini sesuai arahan Presiden,” katanya.

Muhammad Iskandar, Direktur Pemasaran Pertamina, mengatakan sejak H-14 Lebaran hingga kini, stok BBM secara nasional berada di atas 20 hari. Bantuan aparat kepolisian untuk membuka jalan bagi kendaraan pengangkut BBM sangat membantu.

“Secara nasional alhamdulillah bisa berjalan dengan baik. Sejak H-14 stok kita jaga rata-rata nasional semua produk di atas 20 hari. Sampai hari ini kita jaga di level itu. Hingga sekarang dan arus balik, masih bisa teratasi, walaupun dinamisasinya di lapangan begitu kompleks, tapi dengan bantuan aparat kepolisian, kita dikawal, diberi contra flow sehingga bisa kita penuhi dengan baik,” jelasnya.

Iskandar menjelaskan konsumsi, gasoline (premium, pertalite, pertamax) secara nasional rata-rata di atas 12 persen. Untuk nasional, prosentase tertinggi untuk gasoline di jawa Tengah, sudah di angka 43 persen dibanding hari biasa. Kedua adalah Jawa bagian barat. Nomor tiga justru di MOR II ini, yaitu Sumbagsel, di angka 17 persen. “Elpiji juga lancar, ada dinamisasi sedikit di kantung pemudik, yaitu di Jawa Tengah, tapi cepat kita atasi,” katanya. (DR)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)