Dunia Energi Logo Jumat, 15 Desember 2017

Lingkungan Desa Keban Tercemar Sumur Minyak Ilegal

lahan tercemar

Lahan tercemar minyak dari sumur yang dioperasikan secara ilegal. (Ilustrasi)

MUSI BANYUASIN – Hampir dua bulan ini, lahan pertanian dan lingkungan di Desa Keban, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan tercemar oleh tumpahan air, yang berasal dari sumur minyak. Tumpahan air tersebut menggenang dan mengotori lingkungan begitu saja, karena sumur minyak dikerjakan secara tradisional dan ilegal, oleh oknum masyarakat setempat.

Di Desa Keban totalnya terdapat 10 sumur minyak, dan dari jumlah itu hanya dua yang masih berproduksi. Delapan lainnya yang sudah tidak diproduksikan, sudah ditutup oleh perusahaan yang mengelola sumur-sumur itu sebelumnya, agar tidak mengganggu lingkungan.

Sayangnya, sejak 8 Agustus 2012 lalu, sejumlah oknum masyarakat Desa Keban yang tidak bertanggung jawab, membuka paksa dua di antara delapan sumur yang sudah ditutup. Oknum-oknum beringas itu lantas mengoperasikan sendiri sumur yang dibongkarnya, secara ilegal untuk kepentingan pribadi.

“Dua sumur yang merupakan aset pemerintah tersebut sudah lama tidak berproduksi. Operator sumur itu, ConocoPhillips, sebelumnya sudah menutup sumur sesuai dengan standar dan prosedur yang ada,” jelas Kepala Divisi Humas, Sekuriti dan Formalitas Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) Hadi Prasetyo, Senin, 17 September 2012.

Hadi menambahkan, BPMIGAS mengecam tindakan vandalisme (perusakan, red) yang dilakukan beberapa oknum masyarakat yang membongkar paksa dua sumur tersebut. Terlebih sumur-sumur minyak itu adalah aset negara.

Akibat dari kegiatan yang tidak mengikuti prosedur pengoperasian dan keselamatan yang ada, terjadi tumpahan air produksi yang mencemari lingkungan di sekitar sumur. Jika kegiatan terus berlangsung, tidak hanya lingkungan, tapi juga akan membahayakan keamanan dan kesehatan masyarakat di sekitar area tersebut.

“Misal saja, potensi kebakaran  yang terjadi saat proses produksi minyak mentah secara tradisional itu,” kata Hadi lagi. Menurutnya, pendekatan terhadap masyarakat lokal telah dilakukan BPMIGAS, ConocoPhillips, dan aparat setempat. Namun, hingga saat ini belum dicapai titik temu.

“Komunikasi dan koordinasi seluruh pihak terkait terus dilakukan untuk mencari solusi atas permasalahan yang terjadi, termasuk mengantisipasi kejadian serupa terjadi di wilayah lainnya,” tandas Hadi. (Abdul Hamid/duniaenergi@yahoo.co.id)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)