Dunia Energi Logo Kamis, 23 November 2017

GE Klaim Gunakan Teknologi Turbin Terbesar untuk PLTGU Tambak Lorok

 

JAKARTA – General Electric (GE) menerapkan teknologi turbin gas 9HA.02 yang diaplikasikan pada pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) Tambak Lorok di Semarang, Jawa Tengah. Pembangkit listrik yang dioperasikan PT Indonesia Power, anak usaha PT PLN (Persero), akan menjadi pembangkit listrik pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi 9HA.02 untuk menghasilkan 780 megawatt (MW) listrik ke dalam jaringan listrik Indonesia, setara dengan kapasitas listrik yang dibutuhkan untuk menyediakan listrik bagi lebih dari lima juta rumah penduduk.

Handry Satriago, Chief Executive Officer GE Indonesia, mengungkapkan PLTGU Tambak Lorok menggunakan turbin gas terbesar dan paling efisien, 9HA.02 dan turbin uap GE D650, generator panas pemulihan uap (heat recovery steam generator/HRSG) dan perangkat pembangkit listrik pendukung lainnya.

“Pembangkit listrik yang diperkirakan mulai beroperasi pada pertengahan 2020 tersebut diharapkan mampu menghasilkan sekitar 780 megawatt (MW) tambahan daya listrik untuk jaringan listrik Indonesia,” ungkap Handry di Jakarta, Rabu.

Pembangkit tersebut akan hadir dalam wujud pembangkit listrik siklus gabungan gas dan uap yang siap digunakan melalui pengaplikasian teknologi.

Turbin 9HA.02 adalah turbin gas terbesar dan paling efisien di dunia yang dimiliki GE saat ini. Turbin tersebut dapat menghasilkan 510 MW per unit, padahal menggunakan bahan bakar gas lebih sedikit per MW dibandingkan teknologi turbin lainnya.

Indonesia Power (IP) telah menunjuk konsorsium General Electric (GE), Marubeni Corporation, dan PT Hutama Karya sebagai kontraktor Engineering, Procurement, and Construction (EPC) proyek PLTGU Tambak Lorok Blok 3.

Selain kontrak kerja sama teknologi, Indonesia Power telah menandatangani perjanjian kerjasama layanan selama 15 tahun dengan GE Power Services.

GE Power Services juga akan menyediakan layanan manajemen pemeliharaan dan pelatihan selama 15 tahun kepada Tambak Lorok, dalam upaya memastikan kinerja operasinya tetap tinggi.

“Kami akan mendorong alih teknologi melalui serangkaian pelatihan yang komprehensif untuk meningkatkan kompetensi tim operasional Tambak Lorok,” tandas Handry.(RA)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)