DENPASAR – Rangkaian Temu Tahunan Jasa Pertambangan (TTJP) 2026 berlangsung meriah dan penuh antusiasme di Bali pada 22–23 Mei 2026. Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) bekerja sama dengan Majalah TAMBANG ini menghadirkan berbagai agenda yang memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpelaku industri jasa pertambangan nasional.
Mengusung tema “Accelerating the Mining Ecosystem: Market Trends, Operational Readiness, and Growth Pathways” TTJP 2026 diawali dengan kegiatan olahraga fun bike sejauh 18 km dan seminar yang membahas tantangan serta peluang sektor pertambangan nasional. Forum ini menghadirkan para pemangku kepentingan dari pemerintah, perusahaan pertambangan, kontraktor, hingga pelaku usaha pendukung jasa pertambangan.
Rangkaian acara juga diisi dengan malam penghargaan Indonesia Mining Services Awards (IMSA) 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan jasa pertambangan yang dinilai memiliki kinerja dan kontribusi terbaik bagi industri.
Kegiatan semakin semarak dengan adanya fun golf yang menjadi wadah mempererat hubungan antarpeserta dalam suasana santai dan penuh kebersamaan. Penutupan TTJP 2026 ditandai dengan pelaksanaan fun golf pada Sabtu pagi, 23 Mei 2026, di New Kuta Golf.
Ketua Umum Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO), Ari Sutrisno, mengatakan TTJP menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi seluruh ekosistem jasa pertambangan nasional.
“TTJP bukan hanya ajang berkumpulnya pelaku industri, tetapi juga wadah untuk membangun sinergi, memperkuat komunikasi, dan mencari solusi bersama bagi kemajuan sektor jasa pertambangan Indonesia,” ujar Ari.
Ia menambahkan, tantangan industri ke depan membutuhkan kolaborasi yang semakin erat antarpemangku kepentingan agar sektor pertambangan nasional mampu tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
“Kami berharap melalui TTJP 2026 semangat kolaborasi ini terus terjaga sehingga industri jasa pertambangan dapat semakin resilien, kompetitif, dan mampu mendukung pertumbuhan sektor pertambangan nasional,” tambahnya.
Direktur Teknik dan Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ahmad Syauqi, menegaskan perusahaan jasa pertambangan memiliki posisi strategis dalam mendukung operasional industri pertambangan nasional.
Menurutnya, sebagian besar kegiatan operasional pertambangan saat ini dilaksanakan oleh perusahaan jasa pertambangan sehingga keberadaan sektor tersebut menjadi bagian penting dalam ekosistem industri minerba.
“Perusahaan jasa pertambangan memiliki peran strategis karena sebagian besar kegiatan operasional pertambangan dilaksanakan oleh perusahaan jasa pertambangan. Saat ini, jumlah izin perusahaan jasa pertambangan hingga April 2026 mencapai 4.423 izin. Hal ini menunjukkan bahwa sektor jasa pertambangan terus tumbuh dan menjadi bagian penting dalam ekosistem industri pertambangan nasional,” ujar Ahmad Syauqi.
Ia juga mengingatkan bahwa aktivitas usaha jasa pertambangan memiliki tingkat risiko yang tinggi sehingga penerapan aspek keselamatan dan kepatuhan harus menjadi perhatian utama seluruh perusahaan.
“Namun demikian, saya ingin menegaskan bahwa kegiatan usaha jasa pertambangan memiliki berbagai pekerjaan yang berisiko tinggi. Karena itu, perusahaan harus secara serius mengedepankan aspek keselamatan, lingkungan, tata kelola, serta kepatuhan terhadap regulasi,” tegasnya.
Kemeriahan penutupan acara juga diwarnai dengan pengumuman pemenang fun golf serta pembagian doorprize kepada peserta. Suasana hangat dan penuh keakraban menutup seluruh rangkaian TTJP 2026 di Bali.


Komentar Terbaru