JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan prinsip baru dalam kebijakan hilirisasi nasional.

Menurut Bahlil, hilirisasi tidak boleh hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi harus berkeadilan dan membuka ruang luas bagi pengusaha daerah dan masyarakat lingkar tambang.

Hal itu disampaikan Bahlil saat resmi membuka gelaran Minerba Convex 2026 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Senin (2/10).

“Prinsipnya, hilirisasi harus dijalankan, tapi hilirisasi yang berkeadilan. Sejak saya menjadi Menteri ESDM, sudah banyak kebijakan yang kami buat untuk berpihak kepada pengusaha daerah dan rakyat,” ujar Bahlil.

Bahlil mengungkapkan, dulu pengusaha daerah kerap kesulitan mengakses perizinan, bahkan untuk bertemu verifikator sekalipun. Pengalaman pribadi itu yang mendorongnya membuat kebijakan yang lebih berpihak.

“Saya pernah mengatakan, kalau semuanya harus melalui tender, saya akan pindah menjadi pengusaha. Jangankan bertemu Menteri, (dulu) bertemu verifikator saja susahnya minta ampun bagi pengusaha daerah. Saya pernah mengalami sendiri,” imbuhnya.

Ia menekankan, penguatan hilirisasi harus dibarengi pemerataan kesempatan berusaha agar manfaat ekonomi tidak terkonsentrasi. Keterlibatan pengusaha daerah, tenaga kerja lokal, kontraktor, dan pemasok di sekitar wilayah tambang dinilai penting.

“Kita ingin orang daerah juga menjadi subjek dan objek pembangunan. Mereka harus bisa mengelola sumber daya alam yang ada di daerahnya sendiri,” ungkap Bahlil.

Senada, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyampaikan bahwa pemberdayaan masyarakat harus menjadi bagian dari tata kelola pertambangan.

“Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perlu diarahkan agar masyarakat memiliki kapasitas, kemandirian ekonomi, dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi di sekitar wilayah tambang,” ucap Tri.

Tri menjelaskan, pemerintah terus mendorong pelaksanaan PPM melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan dan pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, hingga infrastruktur. Saat ini, perusahaan pertambangan telah membina lebih dari 2.587 UMKM.

Ketua Panitia Minerba Convex 2026, Catur Gunadi, mengatakan sektor pertambangan berada pada momentum penting di tengah dinamika regulasi, tuntutan hilirisasi, dan transisi energi.

“Minerba Convex menjadi ruang dialog kebijakan, wadah kolaborasi industri, sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat. Kami ingin sektor pertambangan tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga mendorong masyarakat di daerah lingkar tambang untuk naik kelas,” ucap Catur.

Minerba Convex 2026 menghadirkan konferensi, forum diskusi, pameran, coaching clinic, edukasi, dan business matching. Kegiatan ini diikuti oleh 98 pembicara, 48 peserta pameran, dan 30 sponsor, dengan target pengunjung lebih dari 17.000 orang.(RA)