JAKARTA – Manajemen PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menunjukkan kepercayaan diri terhadap prospek perusahaan dengan aksi borong saham di pasar.

Direktur Utama & CEO BRMS, Agus Projosasmito, hari ini tercatat membeli 5,5 juta lembar saham BRMS. Rinciannya, 2,2 juta lembar di harga Rp446 dan 3,3 juta lembar di harga Rp448.

Aksi ini bukan yang pertama. Dalam 18 bulan terakhir, 6 dari 8 Direksi BRMS termasuk Agus, telah mengakumulasi hampir 13 juta lembar saham BRMS. Langkah tersebut ditafsirkan sebagai sinyal kuat bahwa manajemen melihat kinerja perusahaan akan terus membaik.

Kepercayaan itu sejalan dengan perkembangan operasional di tambang emas Palu.

BRMS menyampaikan bahwa kegiatan pushback di tambang terbuka Palu telah rampung pada akhir Juli 2026. Sejak saat itu, perusahaan telah mulai menambang bijih dengan kadar emas yang lebih tinggi.

Dampaknya diproyeksi akan terlihat pada laporan keuangan Q3 2026 yang akan terbit minggu depan. BRMS menargetkan peningkatan produksi dan pendapatan yang signifikan dibandingkan Q2 2026, serta berbalik membukukan laba bersih dari sebelumnya rugi bersih di kuartal II.

Untuk jangka menengah, BRMS juga tengah menyiapkan dua pendorong pertumbuhan besar di 2027. Pertama, penambangan bijih kadar tinggi di atas 3,2 g/t dari tambang bawah tanah Palu yang ditargetkan mulai pertengahan 2027. Kedua, peningkatan kapasitas salah satu pabrik emas dari 500 menjadi 2.000 ton bijih per hari yang diharapkan beroperasi awal 2027.

Dengan kombinasi tersebut, BRMS meyakini tren peningkatan produksi dan perbaikan kinerja keuangan akan berlanjut di semester II 2026 hingga 2028.(RA)