JAKARTA – Mobilisasi jack up rig untuk pengeboran sumur pengembangan di Lapangan Duyung, Wilayah Kerja (WK) Duyung, Laut Natuna oleh West Natuna Exploration Limited (WNEL) memasuki tahap penting setelah berhasil melewati kawasan kritis Selat Hormuz dan kini dalam perjalanan menuju Indonesia.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengatakan, rig tersebut menggunakan metode wet tow dan akan terlebih dahulu singgah di Fujairah, Uni Emirat Arab.
“Jackup rig untuk ngebor sumur pengembangan Lapangan Duyung, Laut Natuna oleh KKKS WNEL sudah bisa melewati daerah kritis Selat Hormuz, menggunakan wet tow. Akan singgah di Fujairah menunggu dijemput kapal yang akan membawanya menuju Batam,” ujar Djoko dalam keteragannya, Rabu (16/9).
Menurut Djoko, setelah tiba di Fujairah, rig tersebut akan melanjutkan perjalanan menuju Batam. Ia meminta doa agar proses mobilisasi berjalan lancar. Mobilisasi rig tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan Lapangan Duyung yang ditargetkan memberikan tambahan pasokan gas untuk kebutuhan dalam negeri.
Djoko mengatakan, Lapangan Duyung nantinya diproyeksikan memproduksi gas sebesar 111 MMSCFD untuk pasar domestik. Gas tersebut akan dialirkan melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS)-Batam.
“Lapangan Duyung nanti akan memproduksi gas 111 MMSCFD untuk dalam negeri, melalui pipa WNTS-Batam yang Insya Allah bulan ini selesai pembangunannya dan akan segera commissioning,” jelas Djoko. (RI)





Komentar Terbaru