JAKARTA — PT United Tractors Tbk (UNTR) menutup semester I-2026 dengan tekanan berat. Laba bersih perseroan terjun bebas 91,13% yoy menjadi Rp742,22 miliar, dari sebelumnya Rp8,37 triliun di periode yang sama tahun lalu.
Anjloknya kinerja tidak hanya dipicu melemahnya pendapatan. Beban dan pos non-operasional menjadi biang kerok utama.
Laba sebelum pajak UNTR ambruk menjadi Rp2 triliun dari Rp11,01 triliun pada semester I-2025. Penyebabnya, perseroan mencatat kerugian penurunan nilai investasi pada ventura bersama dan piutang non-usaha sebesar Rp2,75 triliun.
Di saat bersamaan, beban usaha juga membengkak. Beban penjualan naik hampir 2 kali lipat menjadi Rp858,42 miliar dari Rp484,34 miliar. Beban umum dan administrasi ikut naik ke Rp3,92 triliun dari Rp2,85 triliun.
Pendapatan turun, beban naik, ditambah koreksi investasi besar. Kombinasi ini yang membuat margin UNTR tergerus dalam.
Pendapatan bersih UNTR sendiri turun 14,94% yoy ke Rp58,29 triliun. Penjualan barang menjadi penyumbang penurunan terbesar, anjlok ke Rp28,13 triliun dari Rp38,98 triliun. Sementara pendapatan jasa masih bertahan naik tipis ke Rp30,15 triliun.
Laba bruto juga turun ke Rp10,51 triliun dari Rp15,01 triliun tahun lalu.
Di sisi neraca, aset UNTR naik tipis ke Rp179,06 triliun per Juni 2026. Liabilitas tercatat Rp77,31 triliun dan ekuitas Rp101,75 triliun.(RA)




Komentar Terbaru