SUMBA TIMUR – Di tengah tantangan geografis wilayah kepulauan, PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara terus memastikan pasokan listrik tetap andal bagi masyarakat Pulau Salura, salah satu pulau terluar Indonesia yang berada di Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
Untuk menjaga keandalan pembangkit di Pulau Salura, petugas PLN Unit Layanan Pembangkit Listrik (ULPL) Waingapu harus menempuh perjalanan laut menggunakan perahu nelayan dengan membawa mesin, suku cadang, peralatan kerja, hingga kebutuhan pemeliharaan lainnya. Proses penyeberangan sangat bergantung pada kondisi cuaca, sementara gelombang tinggi dan angin kencang kerap menjadi tantangan dalam setiap perjalanan.
Sesampainya di pulau, petugas bersama masyarakat setempat bergotong royong memindahkan peralatan menuju lokasi pembangkit. Tantangan serupa juga dihadapi ketika terjadi gangguan pada mesin pembangkit, karena proses perbaikan harus menyesuaikan waktu penyeberangan yang aman.
Meski menghadapi keterbatasan akses dan logistik, PLN terus berupaya menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi sekitar 140 kepala keluarga di Pulau Salura melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Amos Randanan, Manager PLN ULPL Waingapu, mengatakan pemeliharaan pembangkit dilakukan secara rutin sebagai upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan di wilayah kepulauan. “Pemeliharaan mesin pembangkit secara rutin kami laksanakan untuk memastikan pasokan listrik di Pulau Salura tetap andal. Meskipun berada di salah satu pulau terluar, masyarakat harus terus memperoleh layanan kelistrikan yang optimal,” ujar Amos dalam keterangannya, Kamis (13/8).
Keberadaan listrik di Pulau Salura menjadi penunjang berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari penerangan rumah, kegiatan belajar anak-anak pada malam hari, pelayanan fasilitas umum, hingga mendukung aktivitas ekonomi dan komunikasi.
Kepala Desa Praisalura, Panus Maramba Ndima, mengapresiasi komitmen PLN yang terus menghadirkan layanan kelistrikan di tengah tantangan geografis wilayah tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang terus berupaya menjaga pasokan listrik di Pulau Salura. Perjuangan petugas tidak mudah karena harus menyeberangi laut membawa berbagai peralatan. Listrik sangat penting bagi kehidupan masyarakat kami,” katanya.
Sementara itu, Rita Triani, General Manager PLN UIK Dwipantara, menegaskan bahwa penyediaan listrik di wilayah terluar merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan energi yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Tantangan medan, cuaca, maupun logistik tidak pernah mengurangi komitmen kami untuk terus menghadirkan listrik yang andal. Bagi PLN, tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dilayani karena setiap masyarakat memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses listrik yang andal dan berkelanjutan,” ujar Rita.
Komitmen tersebut menjadi wujud peran PLN dalam memastikan pemerataan akses energi hingga ke wilayah kepulauan dan pulau-pulau terluar Indonesia. Di balik setiap lampu yang menyala di Pulau Salura, terdapat dedikasi para petugas yang terus bekerja menembus berbagai tantangan demi menjaga terang tetap hadir bagi masyarakat.


Komentar Terbaru