JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mendapatkan kepastian bahwa keputusan investasi final atau Final Investment Decision (FID) untuk pengembangan Lapangan Gas Tangkulo di Wilayah Kerja (WK) Andaman Selatan akan dilakukan pada September 2026.
Pengembangan Lapangan Gas Tangkulo menjadi salah satu proyek strategis hulu migas yang diharapkan dapat memperkuat pasokan gas nasional sekaligus meningkatkan produksi migas Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. Keputusan FID menjadi tahapan krusial sebelum proyek memasuki fase konstruksi dan pengembangan lapangan menuju target produksi pada 2028.
Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas mengatakan kesepakatan tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan proyek strategis tersebut dapat segera memasuki tahap eksekusi pengembangan.
“Alhamdulillah, hari ini tanggal 4 Agustus 2026 telah terjadi kesepakatan antara SKK Migas, Mubadala selaku operator Blok Andaman Selatan Lapangan Gas Tangkulo pemegang PI 80%, dan Harbour Energy pemegang PI 20% mengenai keputusan FID pada bulan depan, September 2026,” kata Djoko dalam keterangannya, Selasa (4/8).
Semula kata Djoko keputusan FID ditargetkan dapat dilakukan pada Juni 2026. Namun, target tersebut harus bergeser selama tiga bulan akibat dinamika yang terjadi di Aceh serta proses pengalihan kepemilikan PI Harbour Energy yang belum rampung.
“Rencana semula FID ditargetkan pada Juni 2026. Namun terjadi dinamika di Aceh dan antar pemegang PI karena proses pengalihan PI Harbour yang belum selesai sehingga mengalami penundaan selama tiga bulan, dari Juni menjadi September,” ujarnya.
Djoko berharap seluruh proses yang masih berjalan dapat segera diselesaikan sehingga keputusan investasi tidak kembali mengalami penundaan. Dia menuturkan pemerintah Aceh telah memahami bahwa sesuai ketentuan yang berlaku, wilayah kerja yang berada di atas 12 mil laut merupakan kewenangan Pemerintah Pusat.
“Selain itu juga telah ada nota kesepahaman (MoU) untuk melibatkan Pemerintah Aceh dan memaksimalkan penggunaan local content,” kata Djoko.
Lapangan Gas Tangkulo ditargetkan mulai berproduksi (onstream) pada 2028 dengan kapasitas produksi sekitar 300 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD) serta 7.000 barel kondensat per hari (BOPD). Proyek ini juga diperkirakan membutuhkan investasi bernilai miliaran dolar Amerika Serikat.


Komentar Terbaru