JAKARTA – Pengalihan participating interest (PI) atau hak partisipasi pengelolaan blok migas ke daerah biasanya memakan waktu pembahasan yang lama. Namun kali ini Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) tidak mau berlama-lama. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto memimpin langsung perundingan antara Petrochina dan Pemerintah Provinsi Jambi untuk PI di Blok Jabung.

Setelah berlangsung selama kurang lebih dua tahun tanpa keputusan, kesepakatan penyerahan PI kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jambi resmi ditandatangani pada Selasa (28/7/2026).

Djoko mengatakan, kesepakatan tersebut menjadi penyelesaian atas pembahasan yang selama ini belum menemukan titik terang dan pada akhirnya diserahkan kepada SKK Migas untuk diputuskan.

“Alhamdulillah, setelah kurang lebih dua tahun pembahasan Participating Interest (PI) yang menjadi hak Pemerintah Daerah melalui BUMD tidak tuntas dan akhirnya menyerahkan keputusan kepada Kepala SKK Migas, hari ini, 28 Juli 2026, telah terjadi kesepakatan terkait PI Blok Jabung K3S PetroChina untuk BUMD,” ujar Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Selasa malam (28/7).

Menurut Djoko, tercapainya kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam pelaksanaan hak daerah atas participating interest di wilayah kerja migas sebagaimana diatur dalam regulasi pemerintah. Melalui kesepakatan tersebut, BUMD Jambi akan memperoleh hak partisipasi pada Blok Jabung yang dikelola PetroChina.

“Terjadi kesepakatan yang ditandatangani oleh Gubernur Jambi, Ketua DPRD Jambi & BUMD Jambi, Manajemen Petrochina Jabung, dan Kepala SKK Migas terkait PI Blok Jabung KKKS Petrochina untuk BUMD,” kata Djoko.

Penyelesaian PI Blok Jabung diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), dan BUMD dalam pengelolaan sektor hulu migas. Selain memberikan kepastian bagi para pihak, implementasi PI juga diharapkan mampu meningkatkan manfaat ekonomi bagi daerah melalui keterlibatan langsung BUMD dalam pengusahaan migas di wilayahnya.

Saat ini, Blok Jabung tercatat sebagai salah satu dari 10 besar produsen minyak dan gas di Indonesia. Untuk tahun 2026, PetroChina Jabung membidik target produksi berupa 11.670 barel per hari (BOPD) untuk minyak dan kondensat, serta 143 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk gas, termasuk LPG.