JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan PT Pertamina EP Asset 2 (PT Pertamina Hulu Rokan/PHR Zona 4) kembali mencatatkan keberhasilan dalam pengembangan lapangan migas. Kali ini Asset 2 sukses melakukan pengeboran sumur KRG-042 di Struktur Karangan, Field Limau, Sumatera Selatan.
Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas menuturkan sumur pengembangan tersebut mulai dibor pada 22 Juni 2026 dan pada 16 Juli 2026 berhasil melaksanakan uji produksi menggunakan Electric Submersible Pump (ESP) dengan capaian produksi sementara sebesar 777 barel minyak per hari (BOPD).
“Alhamdulillah, PT Pertamina EP Asset 2 (PHR Zona 4) telah melakukan pengeboran sumur pengembangan KRG-042 pada 22 Juni 2026 dan per 16 Juli 2026 berhasil melakukan uji produksi menggunakan ESP dengan hasil sementara mencapai 777 BOPD pada lapisan TAF-E1 dengan interval 1.481-1.482 meter measured depth,” ujar Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Senin (20/7).
Menurutnya, produksi sumur tersebut berasal dari lapisan Layer E1 yang memiliki tekanan reservoir masih sangat baik, sehingga memberikan prospek positif terhadap optimalisasi produksi di wilayah kerja tersebut.
Lokasi pengeboran berada di Struktur Karangan, Field Limau, sekitar 20 kilometer di sebelah tenggara Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
Djoko menjelaskan, pengeboran dilakukan secara directional (berarah) menggunakan Rig PDSI#25.2/LTO750-M hingga mencapai kedalaman akhir 1.697 meter measured depth (mMD) atau 1.624,96 meter true vertical depth (mTVD).
Keberhasilan operasi juga ditunjukkan dari aspek efisiensi pelaksanaan. Pengeboran berhasil diselesaikan dalam waktu 25 hari, lebih cepat dari target yang ditetapkan selama 28 hari, serta dilaksanakan tanpa insiden kecelakaan kerja.
Selain mencatat efisiensi waktu, realisasi biaya pengeboran juga berada di bawah anggaran yang telah disetujui. Berdasarkan estimasi lapangan, total biaya yang telah dikeluarkan mencapai US$3,18 juta atau sekitar 76,15% dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui SKK Migas. “Mohon doa Insya Allah dapat segera dicatat sebagai lifting dapat waktu dekat,” ungkap Djoko.
Keberhasilan sumur KRG-042 diharapkan dapat memberikan tambahan produksi minyak nasional sekaligus mendukung upaya pemerintah bersama SKK Migas dalam menjaga keberlanjutan produksi migas dan memperkuat ketahanan energi nasional.


Komentar Terbaru