WONOSOBO -PT Geo Dipa Energi (Persero) (GDE) resmi memulai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 berkapasitas 55 MW melalui kegiatan Groundbreaking yang dilaksanakan di area PAD 12, Wilayah Kerja Panas Bumi Dieng, Jawa Tengah, Kamis (25/06). Kegiatan ini menjadi simbol sekaligus komitmen perusahaan dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Kegiatan ini diresmikan secara langsung oleh Direktur Panas Bumi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Priatin Hadi Wijaya, bersama Direktur Utama GDE, Yudistian Yunis, Komisaris Utama GDE, Heri Setiawan, Vice President Onshore Division PT Timas Suplindo, Mukti M. Solichin, Direktur Utama PT Rekayasa Engineering, Donal Silitonga, Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Kepala Biro Perekonomian, Johan Hadiyanto, Bupati Banjarnegara yang diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Mohamad Iqbal, Bupati Wonosobo yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Wonosobo, One Andang Wardoyo, serta jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Wonosobo.

“Kapasitas tambahan sebesar 55 MW dari Dieng Unit 2 ini bukan sekadar deretan angka di atas kertas. Proyek ini membawa kontribusi nyata dalam memperkuat keandalan pasokan listrik berbasis energi bersih di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali,” kata Priatin.

Menurutnya, di samping menambah pasokan energi, keberadaan PLTP Dieng juga menjadi motor penggerak perekonomian regional melalui kontribusi finansial terhadap pendapatan daerah. Selain itu, rangkaian kegiatan pembangunan tersebut juga membawa multiplier effect yang positif bagi perekonomian lokal melalui pembukaan lapangan kerja, penciptaan peluang usaha baru, serta mendorong kemajuan daerah dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan kearifan lokal.

Sementara itu, Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani, yang menyampaikan sambutan melalui video, memberikan apresiasi kepada GDE melalui kolaborasi yang dilakukan dengan seluruh pemangku kepentingan dalam pembangunan PLTP Dieng Unit 2. Hal ini dikarenakan pembangunan PLTP Dieng 2 merupakan investasi strategis demi mendorong ekonomi hijau yang berkelanjutan.

“Ini merupakan langkah nyata dari pengembang Indonesia untuk mengembangkan energi panas bumi sebagai salah satu pondasi ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Direktur Utama PT Rekayasa Engineering, Donal Silitonga, memperkirakan proyek tersebut akan menyerap sekitar 800 orang tenaga kerja langsung dari berbagai macam keahlian pada saat puncak pekerjaan konstruksi, dengan minimal 20% adalah tenaga kerja lokal.
“Kami percaya bahwa Proyek Geothermal Power Plant Dieng Unit 2 akan menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan energi panas bumi Indonesia, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung pencapaian target bauran energi baru terbarukan menuju Indonesia yang lebih berkelanjutan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Direktur Utama GDE, Yudistian Yunis juga menjelaskan bahwa proyek PLTP Dieng Unit 2 ini tidak hanya dapat memperkuat pasokan energi listrik, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya ekonomi hijau serta peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global.
“Energi bersih yang andal akan menjadi faktor penting dalam menarik investasi industri, memperkuat kawasan ekonomi, serta mendukung pertumbuhan industri yang membutuhkan pasokan energi rendah emisi,” tegasnya.

Yudistian juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, Asian Development Bank, kontraktor yang dalam hal ini adalah Joint Operation antara PT Timas Suplindo dan PT Rekayasa Engineering, serta masyarakat. Menurutnya, melalui kolaborasi dan sinergi yang baik, proyek tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dirinya juga meyakini bahwa pengembangan energi panas bumi tidak hanya berorientasi pada penyediaan listrik, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berimbang. Oleh karena itu, pelaksanaan proyek akan terus mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari keberhasilan pengembangan panas bumi nasional.

Dengan dimulainya pembangunan PLTP Dieng Unit 2, GDE menegaskan perannya sebagai penggerak pengembangan energi panas bumi Indonesia yang berkontribusi nyata dalam mewujudkan kemandirian energi, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan masa depan energi bersih bagi generasi mendatang.