JAKARTA – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) merombak susunan direksi sekaligus mematok target produksi agresif pada 2026. RUPST menyetujui pengangkatan dua direksi baru untuk memperkuat eksekusi operasional ,Rabu(24/6/2026).

Pemegang saham mengangkat James Nicholas sebagai Chief Financial Officer dan Ashutosh Srivastava Fausimm sebagai Direktur Operasional, efektif sejak ditutupnya RUPST. Rapat juga menyetujui pengunduran diri Anthony Kartono Tan dari jabatan Direktur. MBMA menyampaikan apresiasi atas kontribusi Anthony selama menjabat.

“Penguatan susunan Direksi diharapkan dapat mendukung fokus MBMA pada disiplin keuangan, eksekusi operasional, dan penciptaan nilai jangka panjang seiring pengembangan posisi Perseroan dalam rantai nilai bahan baku baterai,” ujar Presiden Direktur MBMA Teddy Nuryanto Oetomo, dalam keterangannya.

Bersamaan dengan perombakan direksi, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) ini menaikkan target produksi 2026. MBMA menargetkan produksi bijih saprolit 8,0–10,0 juta _wet metric tonnes_ (wmt) dan bijih limonit 20,0–25,0 juta wmt. Total target bijih nikel mencapai 35 juta wmt.

Di sektor hilir, target produksi Nickel Pig Iron (NPI) ditetapkan 70.000–80.000 ton. Sementara High-Grade Nickel Matte (HGNM) ditargetkan 44.000–48.000 ton, naik hingga 140% dibanding realisasi 2025 sebesar 19.998 ton.

Target itu melanjutkan kinerja positif 2025. Sepanjang tahun lalu, MBMA membukukan pendapatan US$1,435 miliar dan EBITDA US$219 juta. Tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) menyumbang 7,0 juta wmt saprolit dan 14,7 juta wmt limonit. Produksi NPI 73.871 ton dan MHP 25.994 ton.

Untuk menopang target, MBMA telah mengoperasikan Feed Preparation Plant (FPP) guna mengirim slurry limonit via pipa dari tambang SCM ke fasilitas HPAL PT ESG New Energy Material. Proyek HPAL SLNC berkapasitas 90.000 ton nikel per tahun ditargetkan commissioning lini pertama pada semester II 2026.

Susunan Direksi MBMA Usai RUPST:
Presiden Komisaris: Winato Kartono
Komisaris: Michael W.P. Soeryadjaya
Komisaris Independen: Prof. Dr. Didi Achjari
Presiden Direktur: Teddy Nuryanto Oetomo
Direktur: Titien Supeno
Direktur: James Nicholas
Direktur: Ashutosh Srivastava Fausimm