JAKARTA – Dari 8.210 kelompok UMKM perempuan yang mendaftar dari seluruh Indonesia, hanya 350 yang lolos seleksi ketat 5 tahap untuk menjadi womanpreneur pilihan dalam program Pertamina Foundation Preneur (PF Preneur) 2026.
VP CSR & SMEPP Pertamina, Rudi Arifianto, menyebut tingkat persaingannya sudah mirip rekrutmen pegawai Pertamina. “Dari 8.000 kita hanya serap 350. Yang masuk PF Preneur ini UMKM pilihan, punya daya juang tinggi dan mimpi besar,” ujarnya saat Inaugurasi PF Preuneur 2026 di gedung Oil Center Jakarta, Minggu (21/6/2026).
Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) sekaligus Dewan Pembina Pertamina Foundation, Emma Sri Martini, mengapresiasi sebaran peserta yang datang dari seluruh pulau antara lain Sumatra, Kalimantan, Papua, Sulawesi, NTT, NTB, hingga Jawa. Sektornya lengkap 56% kuliner, 21% kerajinan, 17% fashion, sisanya sektor lain.
Emma menegaskan UMKM adalah kekuatan konsumsi domestik yang bikin Indonesia selamat saat krisis. “PF Preneur dan UMK Academy sangat tepat untuk empowerment UMKM agar bertumbuh,” katanya.
Kurasi PF Preneur tak berhenti di seleksi. 2.399 UMKM yang masuk prakurasi tetap dapat pembekalan berupa penguatan produk, branding, positioning susun proposal, sampai artificial intelligence (AI) untuk pemasaran.
“Era sekarang toko fisik tidak lagi mandatori. Ibu-ibu harus di-equip untuk Go Digital, Go Online, lalu leverage ke Go Global,” tegas Emma. Ia mendorong produk lokal seperti tenun NTT harus punya narasi kuat biar nilai jualnya tinggi dan tidak diklaim negara lain.
Emma menekankan penguatan kekuatan domestik, yakni ekosistem UMKM, adalah kunci menghadapi dinamika global.
“Kekuatan domestik Indonesia terletak pada sektor UMKM-nya. PFpreneur menjadi salah satu bentuk upaya Pertamina dalam melakukan penguatan kekuatan domestik dengan emberikan pembinaan, kurasi, dan funneling secara bertahap. Harapannya, susaha lokal para womenpreneur ini memiliki kemampuan untuk Go Digital dan Go Online serta ketika fundamentalnya sudah kuat, kita lakukan leverage marketing untuk membawa mereka Go Global. Hal ini sejalan dengan Asta Cita terkait pertumbuhan ekonomi nasional melalui pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Emma.

Mimpi Besar: Dari Garasi Jadi Raksasa
Rudi menekankan PF Preneur adalah batu loncatan. Lulus dari sini, womanpreneur masuk UMK Academy yang saring 1.000 jadi 10 terbaik siap kuasai pasar domestik dan global.
“Bukan tidak mungkin dari peserta ini muncul pengusaha seperti yang awalnya dari garasi, sekarang jadi raksasa kosmetik dan serap ribuan tenaga kerja. Itu ekspektasi kita,” ujar Rudi.
PF Preneur 2026 juga pastikan tidak tumpang tindih pembinaan. UMKM yang sudah dibina pihak lain tidak dialihkan ke Pertamina agar distribusi pembinaan merata. “350 yang terjaring ini kita pastikan berangkat dari zero, akan jadi hero bersama Pertamina,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Wanita Patra (PWP) Pusat, Priscilia Simon Mantiri, mengapresiasi konsistensi Pertamina Foundation dalam menghadirkan ruang belajar dan ruang tumbuh bagi perempuan Indonesia. Ia menyebut investasi terbaik adalah pada perempuan. “Perempuan berdaya akan menciptakan keluarga sejahtera dan jadi penggerak perubahan bagi masyarakat dan Indonesia,” katanya.
Priscillia berpesan agar womanpreneur konsisten belajar, berinovasi, dan buka kolaborasi. Energi bukan hanya tentang sumber daya yang menggerakkan kehidupan tetapi juga hadir dalam diri manusia. “Saya melihat energi itu ada di para womenpreneur yang memiliki semangat untuk terus belajar, terus berusaha, dan terus berani melangkah maju. Jangan remehkan langkah kecil hari ini. Keberhasilan ada pada mereka yang konsisten melangkah,” ujarnya.
Dukungan Ekosistem Pertamina
Emma mendorong agar produk UMKM binaan dikonsumsi internal Pertamina Group. Mulai dari konsumsi meeting, corporate gift produk kearifan lokal, hingga kolaborasi dengan PWP dan Kemendagri/BNPP untuk pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ini cita-cita besar sejalan dengan Presiden: memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan UMKM,” kata Emma.
Setelah dari program PFpreneur, para womenpreneur terpilih berkesempatan untuk mengikuti pembinaan UMKM Pertamina lanjutan, yakni UMK Academy.
“Menjadi bagian dari PFpreneur adalah sebuah pencapaian, tetapi yang lebih penting adalah menjaga semangat untuk terus belajar. Pertamina melalui program TJSL telah menyiapkan jalur pembinaan berkelanjutan, yakni UMK Academy agar para pelaku UMKM terus berkembang menjadi pengusaha yang berdaya saing dan memberikan dampak bagi lingkungan sekitarnya,” kata Emma.
Program PFpreneur merupakan bagian dari ekosistem pembinaan UMKM yang dijalankan Pertamina Foundation sebagai upaya untuk memicu pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan UMKM perempuan. Diluncurkan sejak 2020, program ini telah memberdayakan 6.325 wirausaha perempuan dan 840 di antaranya menjadi binaan PFpreneur.
“Tahun 2026, terpilih 350 womenpreneur yang telah melalui proses pembelajaran dan penguatan kapasitas yang terbagi menjadi eempat tahapan seleksi, yakni pra-kurasi, kurasi 1, kurasi 2, dan kurasi final dengan sistem seleksi melalui pre-test, post-test, dan penugasan berkelompok,” ungkap Direktur Operasi Pertamina Foundation Gusman Adiwardhana.
Shaskia Yasmin Susthira, pemilik UMKM Genah, bersyukur memperoleh apresiasi Best Sustainable Product dengan produk tas bermotif budaya Indonesia dari upcyling kain.
“Alhamdulillah lolos menjadi binaan Pertamina melalui program PFpreneur. Terima kasih atas materi pembelajaran yang diberikan sehingga usaha dan diri saya sebagai wirausaha semakin berkembang,” kata Shaskia.(RA)


Komentar Terbaru