JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) menyebutkan bahwa PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) berhasil menyelesaikan pengeboran dua sumur pengembangan di Lapangan Sejadi, lepas pantai Kalimantan Timur, pada 12 Juni 2026. Kedua sumur tersebut memberikan tambahan produksi minyak sebesar 1.865 barel minyak per hari (BOPD).
Sumur Sejadi SJ-6 yang merupakan sumur baru (new drill) dengan lintasan pengeboran directional tipe S mencapai kedalaman total 11.266 ftMD dan menghasilkan produksi sebesar 942 BOPD.
Sementara itu, Sumur Sejadi SJ-4RD1 yang merupakan sumur re-drill dengan lintasan directional tipe S mencapai kedalaman total 9.112 ftMD dan menghasilkan produksi sebesar 923 BOPD minyak serta 0,853 MMSCFD gas. Dengan demikian, total tambahan produksi dari kedua sumur tersebut mencapai 1.865 BOPD.
Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas mengatakan kedua sumur berhasil diselesaikan lebih cepat dari rencana, dengan biaya di bawah anggaran serta tanpa adanya kecelakaan kerja.
“Kedua sumur tersebut diselesaikan dengan lebih cepat dari rencana dan biaya di bawah anggaran, serta tanpa ada kecelakaan. Keberhasilan tersebut didukung oleh peningkatan fasilitas deck guna mendukung pengeboran secara lebih optimal, sehingga memberikan ruang yang lebih leluasa untuk kegiatan operasi,” kata Djoko dalam keterangannya, Senin (15/6).
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan operasi hulu migas.
“Ini adalah hasil dari semangat kolaborasi, inovasi, dan kegiatan operasional yang paten antar lintas fungsi baik di KKKS PHKT, SKK Migas maupun peran serta dari semua stakeholder baik di pusat maupun di daerah,” jelas dia.
Djoko berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi momentum untuk mempercepat berbagai program peningkatan produksi migas nasional.
“Mohon terus doakan agar pengeboran, work over, well service, EOR, stimulasi dapat lebih cepat dikerjakan dan menghasilkan produksi migas yang lebih besar dari target,” katanya. (RI)



Komentar Terbaru