JAKARTA – PT Energi Mega Persada Tbk (EMP/ENRG) membukukan pertumbuhan laba bersih 21% pada 2025 dan mendapat persetujuan pemegang saham untuk menggelar penawaran umum terbatas hingga 13,5 miliar saham baru. Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa yang digelar di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Pada 2025, EMP mencatat penjualan bersih US$498 juta, naik 7% dibanding 2024 yang sebesar US$467 juta. EBITDA tumbuh 11% menjadi US$309 juta dari US$279 juta, sedangkan laba bersih meningkat 21% menjadi US$91,5 juta.
RUPSLB menyetujui rencana Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Perseroan akan menerbitkan maksimal 13,5 miliar saham baru. Dana hasil PMHMETD akan dipakai untuk belanja modal dan modal kerja EMP maupun anak usaha. Pemegang saham pengendali beserta afiliasinya akan bertindak sebagai pembeli siaga.
“Penggunaan dana right issue untuk memenuhi kebutuhan belanja modal dan modal kerja Perseroan dan anak Perusahaan,” kata Syailendra S Bakrie, Direktur Utama & CEO EMP, dalam keterangan tertulisnya Jumat(5/6).
Pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris. Gita R Sjahrir tidak lagi menjabat Komisaris Independen dan digantikan Chalid Said Salim.(RA)
Susunan baru Dewan Komisaris PT Energi Mega Persada Tbk:
Komisaris Utama: Rudianto Rimbono
Komisaris Independen: Syamsu Alam
Komisaris Independen: Chalid Said Salim
Komisaris: Suyitno Patmosukismo
Komisaris: Rizal Malarangeng


Komentar Terbaru