BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mencatatkan pencapaian penting dalam Proyek Pengembangan Lapangan Migas Manpatu dengan selesainya pemasangan jacket dan topside Platform Offshore Manpatu. Proyek Manpatu merupakan pengembangan temuan sumur eksplorasi di kawasan lepas pantai South Mahakam, sekitar 35 kilometer dari pesisir Balikpapan. Kalimantan Timur.

Penyelesaian pemasangan platform merupakan kelanjutan dari sejumlah tahapan Proyek yang telah berlangsung sejak April 2026. Tahapan tersebut diawali dengan Sail Away Jacket pada 8 April 2026, dilanjutkan dengan load out dan sail away topside dari fasilitas fabrikasi PT Meindo Elang Indah, di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 17 April 2026, serta Sail Away Topside final pada 30 April 2026.

Salah satu pekerjaan paling krusial dalam proyek ini adalah pelaksanaan heavy lifting activities yaitu proses pengangkatan dan pemasangan topside berbobot sekitar 1.000 ton ke posisi atas struktur jacket secara presisi di lepas pantai. Seluruh rangkaian pekrjaan berhasil dilaksanakan sesuai rencana melalui kolaborasi berhasil solid antara tim proyek PHM, kontraktor, mitra kerja, dan dukungan para pemangku kepentingan.

Setyo Sapto Edi, General Manager PHM, menjelaskan bahwa Proyek Pengembangan Lapangan Migas Manpatu  merupakan wujud komitmen Perusahaan untuk terus berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi demi keberlanjutan produksi migas Perusahaan yang penting dalam mendukung ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia.

“Di PHM, kami berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi untuk menemukan sumber daya baru, menambah cadangan, dan menjaga keberlanjutan produksi minyak bumi dan gas alam (migas) dari wilayah Kalimantan untuk puluhan tahun mendatang,” kata Edi dalam keterangannya, Rabu (3/6).

Pada proyek ini, Perusahaan menerapkan pengawasan ketat, manajemen risiko yang terstruktur, serta budaya keselamatan kerja yang disiplin di seluruh tahapan pekerjaan sehingga Proyek dapat diselesaikan dengan kinerja HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) yang baik. “Sepanjang pelaksanaan proyek, aspek keselamatan menjadi prioritas utama”, ungkap Edi.

Platform Offshore Manpatu dirancang untuk mendukung kegiatan produksi dan pengembangan lapangan di wilayah kerja Mahakam. Setelah beroperasi, Proyek ini diproyeksikan mampu menambah produksi gas hingga 80 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau sekitar 20% dari total produksi Mahakam di tahun 2027 nanti.

Selanjutnya, PHM akan segera melanjutkan tahapan-tahapan berikutnya, meliputi pemasangan riser dan subsea spool, hook-up, hingga commissioning, guna memastikan platform dapat beroperasi secara optimal pada Q1 2027. Keberhasilan proyek ini semakin menegaskan peran strategis PHM dalam mendukung target produksi migas nasional dan mewujudkan ketahanan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia. (RI)