JAKARTA – Di balik keandalan pasokan LPG yang digunakan jutaan rumah tangga setiap hari, terdapat peran armada laut yang bekerja menjaga pasokan energi tetap tersedia di berbagai wilayah Indonesia. Dua kapal gas raksasa dioperasikan Pertamina Patra Niaga (PPN) yakni Pertamina Gas 1 (PG1) dan Pertamina Gas 2 (PG2) menjadi bagian penting dalam sistem distribusi LPG nasional.
Roberth M.V. Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, mengungkapkan bahwa keandalan armada laut menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.
“PG1 dan PG2 memiliki peran strategis dalam memastikan pasokan LPG dapat terus menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Di balik distribusi LPG yang digunakan setiap hari, terdapat operasional armada laut yang bekerja menjaga kontinuitas energi nasional,” ujar Roberth dalam keterangannya, Jumat (15/5).
Lebih lanjut Robert menjelaskan PG1 dan PG2 merupakan kapal kembar (sister ship) dengan spesifikasi identik yang dirancang untuk mengangkut Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam skala besar secara aman dan efisien. Kedua kapal ini memiliki kapasitas muat sekitar ±80.000 metrik ton LPG per kapal, dengan deadweight tonnage (DWT) sekitar ±50.000 ton dan panjang kapal (length overall/LOA) sekitar ±225 meter.
Sebagai kapal tipe semi-refrigerated LPG carrier, PG1 dan PG2 dilengkapi sistem tangki bertekanan dan pendingin (pressurized/semi-refrigerated cargo tank) yang memungkinkan pengangkutan LPG dalam kondisi optimal. Selain itu, kedua kapal juga dibekali berbagai sistem keselamatan berstandar internasional, mulai dari gas detection system, emergency shutdown system, hingga prosedur operasional ketat untuk memastikan keamanan selama pelayaran.
Dalam satu kali pelayaran, PG1 dan PG2 secara agregat mampu mengangkut sekitar ±80.000 metrik ton LPG. Volume tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kontinuitas pasokan energi bagi masyarakat. “Khususnya di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang memiliki tingkat konsumsi LPG tinggi,” ungkap Robert.
Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, distribusi energi Indonesia sangat bergantung pada transportasi laut. Dalam hal ini, PG1 dan PG2 berperan sebagai penghubung utama dalam rantai distribusi LPG, mulai dari terminal hingga berbagai titik distribusi di berbagai wilayah Indonesia
Selain kapasitas angkut yang besar, kedua kapal ini juga beroperasi sepanjang tahun dengan standar keselamatan tinggi. Hal ini penting mengingat LPG merupakan muatan berisiko tinggi yang membutuhkan pengelolaan dan pengawasan ketat selama proses pengangkutan.
Ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen menjaga keandalan distribusi melalui penguatan armada dan peningkatan standar operasional.
“Kami memastikan distribusi LPG berjalan aman, tepat waktu, dan menjangkau seluruh wilayah. Ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Robert. (RI)



Komentar Terbaru