JAKARTA – ENI kembali menemukan potensi cadangan gas dalam jumlah yang besar dan disebut bisa jadi salah satu temuan gas terbesar yang pernah di alami Indonesia.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Dunia Energi cadangan tersebut berasal dari blok Ganal yang merupakan bagian dari proyek Indonesia Deepwater Development (IDD). Blok Ganal memang bagian dari IDD, yang ke dalam bagian dari South Hub.
ENI sebagai operator IDD baru saja menemukan cadangan dalam jumlah besar sehingga bisa dipastikan angka cadangan yang siap diproduksikan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah menyiapkan waktu khusus untuk mengumumkan penemuan tersebut pada Senin (20/4) yang diklaim jadi salah satu temuan paling bersejarah di tanah air.
ENI pada Maret lalu sudah menetapkan Final Investment Decision (FID) untuk pengembangan proyek gas Gendalo–Gandang (South Hub) serta Geng North–Gehem (North Hub) di lepas pantai Kalimantan Timur. Keputusan investasi ini diambil hanya 18 bulan setelah persetujuan Plan of Development (POD) pada 2024, menandai percepatan pengembangan proyek gas laut dalam Indonesia.
Proyek ini memanfaatkan teknologi produksi laut dalam serta infrastruktur yang telah ada, termasuk Jangkrik FPU dan reaktivasi Train F fasilitas pencairan gas Bontang LNG Plant, sehingga mampu meningkatkan efisiensi biaya sekaligus mempercepat waktu komersialisasi gas.
Pengembangan Gendalo dan Gandang akan dilakukan pada kedalaman laut 1.000–1.800 meter dengan pengeboran 7 sumur produksi yang dihubungkan ke fasilitas Jangkrik. Sementara itu, proyek North Hub mencakup pengeboran 16 sumur produksi di kedalaman 1.700–2.000 meter, yang akan terhubung ke FPSO baru dengan kapasitas pemrosesan lebih dari 1 miliar kaki kubik gas per hari serta 90.000 barel kondensat per hari.
Secara keseluruhan, dua proyek ini memiliki potensi sumber daya sekitar 10 triliun kaki kubik gas (TCF) serta 550 juta barel kondensat. Produksi diproyeksikan pada tahun 2028 dan mencapai puncaknya pada 2029 dengan kapasitas sekitar 2 miliar kaki kubik gas per hari dan 90.000 barel kondensat per hari.



Komentar Terbaru