JAKARTA – Lomba Debat Mahasiswa Dunia Energi 2026 sukses digelar dengan menghadirkan puluhan tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pada ajang bergengsi yang memasuki tahun kedua ini, Tim Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang diwakili oleh “Avatar Re-Earth” berhasil keluar sebagai juara pertama.
Untuk juara kedua diraih oleh Tri Rahayu dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kemudian untuk juara III bersama diraih oleh Vyatra Doea dari PEM Akamigas dan Energreen dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Kemenangan tim UNPAD ini dinilai sebagai hasil dari kemampuan argumentasi yang kuat, penguasaan data yang komprehensif, serta ketajaman analisis dalam menjawab berbagai isu krusial energi nasional, mulai dari ketahanan energi hingga transisi menuju energi baru terbarukan.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ESDM, Prahoro, serta Direktur SDM & Umum PT Elnusa Tbk, Hera Handayani. Elnusa sendiri dua tahun berturut-turut konsisten mendukung berbagai program pengembangan kapasitas generasi muda di sektor energi, termasuk kompetisi debat mahasiswa.
Tantan sendiri menyampaikan bahwa lomba debat ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis sekaligus memperdalam pemahaman terhadap kompleksitas sektor energi nasional.
“Mahasiswa Indonesia memiliki kepedulian besar terhadap masa depan kedaulatan energi kita. Hal ini sejalan dengan tema lomba tahun ini, yaitu mendorong swasembada energi,” ujar Tantan dalam sambutannya, Selasa (14/4).
Ia menambahkan, sektor energi Indonesia saat ini berada pada titik krusial. Di satu sisi, ketahanan energi masih banyak ditopang oleh energi fosil. Namun di sisi lain, komitmen menuju net zero emission menuntut percepatan pengembangan energi baru terbarukan.
“Kita menghadapi trilema energi, yaitu bagaimana menyeimbangkan antara keamanan pasokan, keterjangkauan harga, dan keberlanjutan lingkungan. Tantangan ini membutuhkan solusi yang cerdas dan aplikatif,” lanjutnya.
Penyelenggaraan lomba debat ini juga membawa tiga misi utama, yakni membangun literasi energi di kalangan mahasiswa, menjadi wadah dialektika berbasis data, serta mencetak calon pemimpin masa depan di sektor energi.
Para peserta pun didorong untuk mengedepankan argumentasi berbasis data, terbuka terhadap perspektif baru, serta menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung.
Ajang ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi intelektual bagi generasi muda untuk menyumbangkan gagasan nyata bagi masa depan energi Indonesia. Dengan berakhirnya kompetisi ini, diharapkan ide-ide yang lahir tidak hanya berhenti di ruang debat, tetapi juga dapat menjadi referensi dalam perumusan kebijakan energi nasional ke depan.



Komentar Terbaru