JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pengembangan Proyek LNG Abadi Masela. Dalam pertemuan terbaru bersama manajemen PT JGC Jepang selaku konsultan Front-End Engineering Design (FEED), SKK Migas memberikan instruksi tegas agar pengerjaan desain tersebut diselesaikan tepat waktu.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan bahwa pihak JGC Jepang telah melaporkan perkembangan terbaru terkait pengerjaan FEED kepada SKK Migas. Mengacu pada arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), proyek strategis nasional ini tidak boleh meleset dari tenggat yang telah ditetapkan.
“Manajemen PT JGC Jepang sebagai konsultan FEED Project Abadi Masela tadi sore datang ke SKK melaporkan progress FEED. SKK menyampaikan instruksi Bapak Menteri bahwa FEED harus dapat diselesaikan paling telat akhir tahun ini,” ujar Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Jumat (10/4).
Selain fokus pada penyelesaian FEED, Djoko juga memaparkan peta jalan (roadmap) krusial untuk sisa tahun ini. Keberhasilan penyelesaian FEED akan menjadi fondasi bagi tahapan selanjutnya, yakni tender Engineering, Procurement, and Construction (EPC) serta kepastian penyerapan gas.
Proyek Abadi Masela merupakan salah satu pilar utama dalam mencapai target produksi gas nasional. Djoko pun meminta dukungan dan doa dari seluruh pihak agar agenda besar ini berjalan tanpa hambatan berarti.
“Mohon doa Bapak-Ibu, tender EPC dapat dilaksanakan Oktober dan GSA dapat diteken bulan Mei saat pagelaran akbar hulu migas acara IPA Convex, yang direncanakan dihadiri Bapak Presiden RI dan Bapak Menteri seperti tahun lalu,” tutupnya.
Akselerasi Proyek Masela diharapkan dapat segera memberikan dampak ekonomi signifikan, baik bagi ketahanan energi nasional maupun bagi pengembangan wilayah di sekitar Maluku.



Komentar Terbaru