AMBON — Upaya percepatan Proyek LNG Abadi Masela sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) terus didorong melalui penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan sektor hulu migas. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan rapat perdana Tim Terpadu (Timdu) yang digelar di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, pada 31 Maret 2026.
Rapat tersebut dihadiri oleh Gubernur Maluku bersama jajaran Forkopimda, Bupati Maluku Barat Daya dan Bupati Kepulauan Tanimbar, manajemen SKK Migas, tenaga ahli Kementerian ESDM, serta manajemen INPEX Masela Ltd.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengapresiasi pertemuan ini yang menjadi langkah awal dalam memperkuat dukungan daerah terhadap percepatan proyek strategis tersebut.
“Gubernur Maluku dan Bupati Maluku Barat Daya serta Bupati Kepulauan Tanibar menegaskan komitmen untuk mendukung proyek Abadi Masela, Proyek ini akan segera Groundbreaking setelah Timdu menyelesaikan besaran ganti rugi tanam tumbuh bagi masyarakat yang berhak di lokasi setempat,” ujar Djoko dalam keterangannya yang diterima Dunia Energi, Rabu (1/4).
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pengembangan Proyek Abadi Masela. Gubernur Maluku bersama kepala daerah terkait menyatakan bahwa proyek ini akan segera memasuki tahap groundbreaking setelah Timdu menyelesaikan penetapan besaran ganti rugi tanam tumbuh bagi masyarakat terdampak di lokasi proyek.
Tim Terpadu juga menyepakati langkah percepatan melalui penunjukan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang akan melakukan appraisal terhadap nilai ganti rugi. Penunjukan tersebut diharapkan berasal dari KJPP yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan telah memiliki perizinan lengkap.
Lebih lanjut, SKK Migas telah memberikan instruksi langsung kepada operator proyek untuk segera merealisasikan langkah tersebut. “SKK migas telah mengintruksikan langsung kepada Inpex agar penunjukan KJPP dapat dilaksankan minggu ini juga,” tegas Djoko.
Dengan terbentuknya Timdu dan kesepakatan awal ini, diharapkan proses penyelesaian aspek sosial di lapangan dapat berjalan lebih cepat, sehingga mendukung percepatan realisasi investasi Proyek LNG Abadi Masela yang menjadi salah satu tulang punggung pengembangan industri gas nasional.



Komentar Terbaru