Dunia Energi Logo Senin, 20 November 2017

Listrik di Riau dan Kaltim Dapat Tambahan Gas

Listrik kaltimNUSA DUA – Sektor kelistrikan di Provinsi Riau dan Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mendapat tambahan pasokan gas dalam volume cukup besar. Dalam lima tahun terakhir, pasokan gas untuk domestic sudah bertambah sekitar 200%.

Tambahan pasokan gas untuk listrik di Riau dan kaltim itu, diperoleh melalui kontrak jual beli gas yang ditandatangani dalam forum “Gas Information Exchange in the Western Pacific Area (GASEX) 2012” yang dibuka di Nusa Dua, Bali, Selasa, 9 Oktober 2012.

Untuk Riau, kontrak ditandatangani oleh PT Pengembangan Investasi Riau dengan Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Talisman Jambi Merang. Pengaliran gas dimulai 1 November 2012 sebesar 7 – 16 miliar british thermal unit per hari (Billion British Thermal Unit Per Day/BBTUD) selama tujuh tahun. Perkiraan pendapatan negara untuk kontrak ini mencapai USD 110 juta.

Sedangkan untuk Kaltim, tambahan pasokan gas diperuntukkan bagi listrik di Kabupaten Nunukan. Kontrak ditandatangani antara Perusahaan Daerah Nusa Serambi Persada dan JOB Pertamina – Medco Simenggaris. Gas yang akan dialirkan sebesar 2,5 – 5 BBTUD mulai 2013 selama 11 tahun. Perkiraan pendapatan negara dari kontrak ini mencapai USD 45,6 juta.

“Total ada lima Perjanjian Jual Beli Gas yang ditandatangani hari ini. Seluruh kontrak diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan domestik, khususnya kelistrikan. Potensi tambahan penerimaan negara dari lima kontrak itu mencapai USD 192 juta,” ujar Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) R Priyono usai pendatanganan kontrak.

Priyono mengungkapkan, khusus untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan dan industri untuk daerah, BPMIGAS memberikan hak istimewa (privillage) bagi daerah untuk mendapatkan gas. ”Tentunya dengan mempertimbangkan keekonomian lapangan dan kemampuan daerah,” tambahnya.

Menurutnya, BPMIGAS berkomitmen untuk meningkatkan pasokan gas untuk domestik. Tahun 2011 lalu, volume yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sebesar 3.177 BBTUD atau sekitar 44% dari lifting gas. Dibanding volume gas dalam negeri lima tahun lalu besaran tersebut meningkat 200%.

Masih menurut Priyono, untuk 2012 ini pasokan gas domestik bakal semakin meningkat. Ini dibuktikan dari adanya beberapa kontrak perjanjian jual beli gas domestik yang ditandatangani. Pada akhir Mei 2012, sebanyak 16 kontraktor kontrak kerja sama (KKS) migas juga telah menyatakan komitmen, untuk memasok compressed natural gas (CNG) ke 21 perusahaan daerah yang tersebar mulai Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Hanya saja, Priyono mengingatkan, industri hulu migas tidak memiliki fleksibilitas memanfaatan gas yang diproduksikan untuk konsumen dalam negeri, apabila infrastruktur yang lengkap tidak terwujud. “Pembangunan infrastruktur harus dipercepat. Terlebih ke depan akan lebih banyak proyek gas yang berproduksi,” tandasnya.

(Abdul Hamid / duniaenergi@yahoo.co.id)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)