Dunia Energi Logo Kamis, 19 Oktober 2017

Laba Bumi Melonjak Ditopang Kenaikan Harga Batubara

JAKARTA– PT Bumi Resources Tbk (BUMI), emiten pertambangan batubara terbesar dari sisi produksi, mencatatkan kenaikan laba bersih signifikan hingga 291,81% sepanjang kuartal I 2017 menjadi US$ 88,04 juta dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 22,46 juta. Kenaikan laba bersih terangkat oleh prospek batubara yang lebih baik sepanjang Januari-Maret 2017.

Dileep Srivastava, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources, mengatakan volume penjualan batu bara perusahaan pada kuartal I 2017 sama seperti periode yang sama tahun lalu karena curah hujan yang tinggi. Namun, hal itu dikompensasi dengan kenaikan harga rata-rata sebesar 35,7% menjadi US$ 54,2 per ton.

“Kami memproyeksikan hingga akhir tahun masih akan dapat mencapai target volume penjualan sebesar 90 juta ton dengan harga rata-rata yang naik sekitar 30% dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia, pada kuartal I 2017, Bumi Resources mencatatkan kenaikan pendapatan 59,19% menjadi US$10,3 juta dari US$6,47 juta. Sementara itu, beban usaha juga melonjak 162,88% dari US$5,63 juta pada kuartal I 2016 menjadi US$14,8 juta.

Di sisi lain, tingginya laju penaikan beban usaha ketimbang penaikan pendapatan mendorong perseroan mencatatkan rugi usaha sebesar US$4,5 juta pada kuartal I 2017, sedangkan pada kuartal I 2016, perseroan masih mencatatkan laba usaha sebesar US$841.845. Kendati demikian, pada kuartal I 2017, perseroan mencatatkan kenaikan bagian atas laba neto entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar 214,71% menjadi US$27,6 juta dari US$8,77 juta pada kuartal I/2016. Selain itu, penghasilan bunga dan pendapatan lain-lain juga meningkat masing-masing 98,57% dan 161,89%.

Beban bunga dan keuangan juga terpangkas 73,49% menjadi US$44,53 juta pada kuartal I/2017 dari US$168,02 pada kuartal I/2016. Selain itu, rugi selisih kurs juga menciut menjadi US$36.465 pada kuartal I/2017 dari US$1,44 juta pada kuartal I/2016. Laba tahun berjalan akhirnya naik sebesar 113,59% dari US$40,38 juta pada kuartal I/2016 menjadi US$88,25 pada kuartal I/2017.

Di sisi lain, BUMI masih mencatatkan defisiensi modal sebesar US$ 2,7 miliar. Hal ini karena kewajiban perseroan masih tinggi, yakni sebesar US$ 5,8 miliar. Sementara itu, total aset BUMI mencapai US$ 3,11 miliar. Di sisi lain, total kas BUMI hanya tercatat sebesar US$ 8,6 juta.

Dalam waktu dekat, Bumi Resources akan menggelar rights issue dengan melepas 28,75 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Nilainya mencapai US$ 2,01 miliar atau setara dengan Rp 26,62 triliun. (dr)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)