Dunia Energi Logo Rabu, 22 November 2017

Beban Puncak Listrik di Bali Selama KTT APEC Mencapai 720 MW

Bali Nusa Dua Convention Centre, tempat pelaksanaan KTT APEC 2013.

Bali Nusa Dua Convention Centre, tempat pelaksanaan KTT APEC 2013.

DENPASAR – PT PLN (Persero) memperkirakan beban puncak listrik di Bali selama berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) mencapai 720 Megawatt (MW). Berbagai strategi telah dirancang perusahaan setrum milik negara ini, guna mengamankan pasokan energi, sepanjang pelaksanaan pertemuan berskala internasional itu.   

Pada akhir pekan lalu, Direktur Utama PLN, Nur Pamudji didampingi General Manager PLN Distribusi Bali, IB. Mardawa Padangratha melakukan inspeksi ke lokasi pembangkit listrik sewa di Pesanggaran dan Gas Insulated Scwityard (GIS) Bandara Ngurah Rai, Bali. Pembangkit sewa inilah yang diandalkan PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik yang meningkat sepanjang pelaksanaan KTT APEC.

IB. Mardawa Padangratha menjelaskan, tugas utama PLN dalam KTT APEC ada dua. Yaitu menyiapkan dan menjaga keandalan pasokan listrik, serta menyiapkan 1O Stasiun Pengisian Daya untuk  mobil listrik yang akan digunakan oleh para delegasi KTT APEC.

“Diperkirakan beban puncak listrik selama kegiatan KTT APEC berlangsung mencapai 720 MW, atau naik sekitar 36 MW dari beban puncak sebelumnya sekitar 684 MW,” ungkap Mardawa dalam inspeksi ke pembangkit listrik Pesanggaran dan GIS Bandara Ngurah Rai, Sabtu malam, 14 September 2013.

Ia menerangkan, kapasitas pembangkit listrik di Bali sendiri saat ini sebesar 596,5 MW. Maka dari itu, dilakukan penambahan suplai daya listrik dari Jawa melalui jaringan kabel laut, sebesar 200 MW. Plus pasokan dari pembangkit listrik yang disewa PLN di Pesanggaran, sebesar 50 MW.  “Total daya listrik yang disiapkan untuk keperluan KTT APEC adalah 796,5 MW,” ujar Mardawa.  

Sementara untuk Transmisi, Gardu Induk, dan Distribusi, PLN mengoperasikan GIS Bandara dan GI (Gardu Induk) Nusa Dua. Masing-masing berkapasitas 20 MW, dengan trafo berkapasitas 2 x 60 MVA. PLN juga melakukan pembangunan jaringan 20 kV, guna memperkuat kapasitas dan keandalan pasokan listrik, di kawasan Bandara Ngurah Rai dan Nusa Dua, tempat berlangsungnya KTT APEC.

PLN Kerja Keras

Bukan cuma itu. Menurut Mardawa, PLN juga melakukan persiapan matang dari sisi personil. Diantaranya dengan membuat SOP (Standard Operating Procedure) dan pengaturan piket petugas. “Kami menyiagakan 200 personil terbaik, yang tergabung dalam Pasukan Khusus “Task Force PLN” yang akan siaga 24 jam untuk menjaga keandalan suplai listrik kegiatan KTT APEC,” paparnya.  

Bahkan, lanjut Mardawa, sejak 9 September 2013 pihaknya  telah melakukan gelar kesiapan pasokan listrik, untuk mensukseskan KTT APEC 2013 di Bali. “PLN juga telah bekerjasama dan terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk memastikan keamanan pasokan listrik,” imbuhnya.

Karena para delegasi KTT APEC nantinya bakal menggunakan transportasi mobil listrik, Mardawa mengaku telah menyiapkan 10 Electric Charging Station (Stasiun Pengisian Daya untuk kebutuhan kendaraan listrik) yang akan ditempatkan di Central Parking dan kawasan parkir Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).  KTT APEC sendiri akan berlangsung di Nusa Dua – Bali, 1-8 Oktober 2013.

(Iksan Tejo / duniaenergi@yahoo.co.id)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)