JAKARTA – Pemerintah ternyata menambah jumlah wilayah berpotensi migas yang ditawarkan untuk bisa dikelola, termasuk kepada para pelaku usaha asal Rusia. Saat berpidato sebagai tamu kehormatan utama pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Universitas Federal Timur Jauh (FEFU), Vladivostok, Prabowo Subianto menawarkan ada 138 wilayah yang memiliki potensi cadangan migas kepada para undangan yang didominasi pelaku usaha asal Rusia.
Jumlah 138 blok migas yang dikatakan Prabowo jauh melebihi apa yang sempat dirilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yakni sebanyak 118 wilayah.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), mengungkapkan pemerintah telah menambah wilayah untuk dikerjasamakan berdasarkan blok-blok eksisting yang dikelola oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
“Tambah blok blok yang idle field dan KKKS kecil yang lagi cari partner,” kata Djoko kepada Dunia Energi, Jumat (4/9).
menambahkan pemerintah telah menginformasikan kepada mitra Rusia bahwa Indonesia menawarkan 138 blok migas eksplorasi. “Kami baru saja memberikan informasi kepada mitra Rusia kami bahwa Indonesia kini telah membuka 138 blok eksplorasi untuk energi, dan kami mengundang grup Rusia, korporasi Rusia dengan teknologi mereka di 138 blok ini. Jadi diskusinya berjalan sangat baik,” ujar Prabowo.
Sebelumnya Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM pernah membeberkan disela Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 ada 118 blok atau wilayah potensial yang siap untuk dikelola para kontraktor.
Dari 118 area potensial ada 25 area sduah menjadi wilayah kerja dan sudah tanda tangan kontrak. Sementara 43 area sedang melalui tahapan studi bersama dan ada 50 area berpotensi ditawarkan unuk distudi bersama atau akuisisi data.
“Silahkan yang melakukan joint study. Ini saya buka secara umum. Siapa saja boleh. Tidak perlu nego-nego di belakang meja.Yang penting kalian punya teknologi. Kalian punya duit. Kalian punya keseriusan. Silahkan kelola ini hasil yang ada untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara,” jelas Bahlil.





Komentar Terbaru