KAPUAS – PT PLN Indonesia Power melalui Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Barito meluncurkan program Sekolah Kapuas Lestari (SEKALA) yang dilaksanakan pada Senin (15/6) di SD Negeri 2 Selat Hilir dan SD Negeri 4 Selat Hilir, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Program SEKALA dirancang secara integratif untuk meningkatkan literasi, menumbuhkan kepedulian lingkungan, serta membangun kesadaran mengenai penggunaan listrik yang aman dan bijak sejak usia dini. Dalam pelaksanaannya, PLN Indonesia Power UBP Barito bersinergi dengan komunitas lokal, Urban Borneo Lab pimpinan Kesuma Yanti Anugerah. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata kemitraan strategis antara korporasi dan komunitas untuk menghadirkan dampak positif langsung bagi masyarakat, khususnya generasi muda di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Bernadus Sudarmanta, Direktur Utama PLN Indonesia Power menegaskan bahwa Program SEKALA merupakan bagian dari strategi besar korporasi dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim).

“Melalui Program SEKALA, kami ingin menanamkan pola pikir berkelanjutan (sustainable mindset) kepada generasi penerus bangsa. Kami percaya bahwa edukasi tentang literasi, pengelolaan lingkungan, dan keselamatan kelistrikan sejak usia sekolah dasar adalah fondasi penting untuk membentuk karakter masyarakat yang cerdas, peduli lingkungan, dan sadar akan keselamatan di masa depan,” ujar Bernadus dalam keterangannya, Jumat (19/6).

Dalam mendukung aspek literasi, PLN Indonesia Power menyerahkan bantuan berupa 120 paket perlengkapan sekolah, 47 tas sekolah, serta menghadirkan dua Pojok Baca yang dilengkapi dengan 450 buku bacaan berkualitas guna merangsang minat baca dan memperluas cakrawala pengetahuan para siswa.

Sementara itu, Muhammad Haris, Assistant Manager Keuangan dan Umum PLN Indonesia Power UBP Barito menyatakan bahwa program ini membekali siswa dengan pemahaman praktis yang aplikatif.

“Kami berharap pengetahuan yang diberikan dapat menjadi bekal berharga bagi anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam menjaga kebersihan lingkungan maupun saat berinteraksi dengan fasilitas kelistrikan,” ujarnya.

Melalui pendampingan dari tim Urban Borneo Lab, para siswa diajarkan mengenali jenis-jenis sampah, melakukan pemilahan sampah sesuai kategorinya, serta memahami pentingnya pengelolaan sampah demi kelestarian alam lingkungan sekitar.

Kesuma Yanti Anugerah, Ketua Urban Borneo Lab mengapresiasi langkah inovatif ini. “Edukasi lingkungan sejak dini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bumi. Kami bangga dapat berkolaborasi dengan PLN Indonesia Power dalam program yang sangat bermakna ini,” ujar Kesuma.

Tak hanya lingkungan, aspek keselamatan juga menjadi sorotan utama. Srikandi PLN Indonesia Power UBP Barito Rismayanti turun langsung memberikan sosialisasi interaktif terkait keselamatan ketenagalistrikan (K2) dan pemanfaatan listrik secara aman. Edukasi ini penting agar anak-anak memahami potensi bahaya listrik di sekitar mereka dan bagaimana cara menghindarinya dengan bijak.

Program SEKALA mendapat apresiasi tinggi dari pihak institusi pendidikan. Kepala SD Negeri 4 Selat Hilir Agustina Widya Astuti dan Kepala SD Negeri 2 Selat Hilir Marsini, menilai program ini memberikan pengalaman belajar yang segar, interaktif, dan sangat dibutuhkan oleh para siswa di luar kurikulum formal sekolah.