JAKARTA – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) tidak hanya panen cuan, tapi juga ngebut ekspansi.
Sepanjang sembilan bulan 2026, BREN membukukan laba bersih US$ 161 juta, naik 21,8% secara tahunan. Pendapatan naik 9,5% menjadi US$ 501 juta, dan EBITDA naik 10,9% menjadi US$ 442 juta dengan margin tebal 88,2%.
Chief Executive Officer Barito Renewables, Hendra Soetjipto Tan, menyebut ketahanan portofolio jadi kunci.
“Portofolio panas bumi kami terus menghasilkan pembangkitan listrik yang stabil dan andal, sementara segmen angin tetap memberikan kontribusi terhadap kinerja perseroan secara keseluruhan,” kata Hendra, Jumat (30/10/2026).
Kinerja operasional yang stabil dibarengi perbaikan keuangan. Beban keuangan turun dan rasio net debt to equity menyusut dari 1,87 kali di akhir 2025 menjadi 1,6 kali.
Namun sorotan utama bukan hanya laba. BREN semakin dekat dengan target 1 gigawatt (GW).
Pada Oktober 2026, BREN baru saja merampungkan proyek retrofit Darajat Unit 3. Kapasitasnya naik dari 122 MW menjadi 130,55 MW. Proyek ini selesai tepat waktu tanpa insiden keselamatan kerja.
Sebelumnya, di awal 2026, BREN juga telah menyelesaikan retrofit Wayang Windu.
Dengan tambahan Darajat, total kapasitas terpasang panas bumi BREN kini mencapai 935,55 MW – hanya butuh sekitar 64 MW lagi untuk tembus 1.000 MW.
“Ke depan, kami akan terus berfokus pada keunggulan operasional, pengembangan proyek-proyek ekspansi, serta penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” tegas Hendra.(RA)





Komentar Terbaru