JAKARTA – PT Energi Mega Persada Tbk (EMP/ENRG) mencatatkan kinerja solid sepanjang 9 bulan pertama 2026. Laba bersih perseroan melesat 31% menjadi US$72 juta atau setara Rp1,26 triliun, dari sebelumnya US$55 juta (Rp914 miliar) di periode yang sama tahun 2025.
Kenaikan laba ditopang pertumbuhan penjualan dan efisiensi operasional. Penjualan bersih EMP naik 18% menjadi US$426 juta (Rp7,42 triliun) dibandingkan US$361 juta (Rp5,93 triliun) tahun lalu.
Laba usaha bahkan melonjak 44% sehingga marjin operasional membaik signifikan dari 30% menjadi 37%.
Direktur Utama & CEO EMP, Syailendra S. Bakrie, mengatakan fokus perusahaan saat ini adalah memonetisasi temuan cadangan baru.
“Fokus kami saat ini adalah untuk memproduksikan beberapa temuan dari asset-aset migas kami. Dalam 18 bulan terakhir, kami telah mendapatkan temuan minyak sebesar 31 juta barel, 20 juta barel, dan 15 juta barel masing-masing di blok Malacca Strait, blok Bentu, dan blok South CPP,” ujar Syailendra, Rabu(28/10).
Menurutnya, produksi dari Blok Bentu dan Blok Malacca Strait sudah dimulai, sementara Blok South CPP akan segera menyusul.
Di sisi ekspansi, EMP tengah merampungkan akuisisi HighPeak Energy, Inc., perusahaan migas yang tercatat di NASDAQ dan beroperasi di Texas, AS. Transaksi ini diharapkan tuntas sebelum akhir tahun.
“Kami berharap kolaborasi dengan HighPeak tersebut dapat menambah nilai bagi para pemegang saham kami,” tambah Syailendra.
Wakil Direktur Utama & CFO EMP, Edoardus Ardianto, menegaskan keuangan perseroan tetap dikelola prudent.
“Kinerja keuangan Perusahaan yang semakin membaik didukung oleh pertumbuhan Pendapatan dan marjin operasional. EMP akan terus memprioritaskan penggunaan dana secara prudent untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan proyek-proyek Perusahaan, dengan tetap menjaga fleksibilitas keuangan,” kata Edoardus.(RA)





Komentar Terbaru