JAKARTA – Sebanyak 1.600 pekerja PT PLN (Persero) dari Aceh hingga Papua memadati Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (27/10/2026). Mereka tidak hanya menuntut kesejahteraan, tapi juga menyuarakan penolakan keras terhadap ancaman privatisasi sektor listrik lewat RUU EBET dan RUU Ketenagalistrikan.
Isu yang paling disorot adalah upaya memasukkan kembali pasal power wheeling.
Ketua Umum Serikat Pekerja PLN (SP PLN) M. Abrar Ali menegaskan, power wheeling harus dikawal ketat agar tidak diselundupkan kembali ke dalam Daftar Inventarisasi Masalah (DIM).
“Khusus untuk power wheeling, ini akan kita kawal jangan sampai apa yang sudah dikeluarkan dari DIM diselundupkan kembali, karena itu sangat mengancam eksistensi PLN. PLN adalah Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan, tidak ada yang lain,” tegas Abrar.
Menurutnya, jika power wheeling diloloskan, maka swasta bisa leluasa menggunakan jaringan transmisi PLN untuk jualan listrik langsung ke konsumen. Ini dinilai sebagai privatisasi terselubung yang menggerus kedaulatan energi nasional.
“Swasta boleh ikut, tapi sebagai pendukung, bukan mengambil alih peran negara. Mana yang mengganggu eksistensi PLN, harus berani kita lawan!” lanjutnya.
Rapat Akbar tersebut mendapat dukungan penuh dari manajemen. Direktur Utama PLN Suroso Isnandar dan Direktur Legal dan Human Capital Nurlely Aman hadir memberi pengarahan di awal acara.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo bahkan berjanji akan mempromosikan pegawai yang berani berjuang di daerah 3T.
“Orang-orang terbaik yang berani mengambil risiko seperti ini akan saya promosikan!” janji Rizal yang disambut riuh pekerja.
Rizal menegaskan, tanpa pekerja di garda terdepan, tidak akan ada PLN Group.
Apresiasi juga datang dari SP PLN karena sinergi dengan manajemen sudah membuahkan hasil nyata, seperti kenaikan grade masa transisi paling lambat April 2027 dan peningkatan santunan pemakaman pegawai.
Rapat Akbar ditutup dengan yel-yel lantang:
“SP PLN! Yes, kuat, bersatu! PLN! Jaya, terbaik! Unbundling? No! Power wheeling? Tolak! Indonesia? Berdaulat! Merdeka!”.(RA)




Komentar Terbaru