JAKARTA – Kolaborasi lintas sektor dalam upaya mengkampanyekan transisi energi menjadi langkah penting yang perlu dilakukan.

Ai Saadiyah Dwidaningsih, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat, mengungkapkan Provinsi Jawa Barat memiliki potensi energi terbarukan yang terdiri dari energi surya, biomassa, panas bumi, air dan angin sekitar 192 GW. Meskipun pencapaian secara bauran energi terbarukan tinggi pada 2023, namun secara kapasitas baru sekitar 2% potensi tersebut (sekitar 3,41 GW) yang baru termanfaatkan.

“Terdapat beberapa tantangan implementasi transisi energi di Jawa Barat di antaranya terbatasnya kewenangan urusan energi di daerah baik provinsi dan kabupaten/kota, adanya kondisi oversupply pembangkit tenaga listrik Jawa Madura Bali, juga konsep energi terbarukan serta konservasi energi juga belum dikenal secara luas oleh masyarakat,” ujar Ai Saadiyah Dwidaningsih pada sambutannya di Jelajah Energi Jawa Barat, yang digelar Institute for Essential Services Reform (IESR) melalui Akademi Transisi Energi bekerja sama dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat dan Society of Renewable Energy Universitas Indonesia (SRE UI), pada 23-26 Januari 2024.

Inisiatif tersebut untuk mendukung dan mempromosikan penerapan energi terbarukan di Provinsi Jawa Barat, agar menjadi contoh bagi wilayah lain di Indonesia.

Provinsi Jawa Barat dipilih sebagai destinasi Jelajah Energi karena kaya akan potensi energi terbarukan yang dapat diaplikasikan secara efektif dan berkelanjutan menuju target nir emisi (net zero emission) pada 2060 atau lebih cepat. Selain itu, bauran energi terbarukan Jawa Barat mencapai 25,81% pada 2023, melampaui target bauran energi terbarukan di Rencana Umum Energi Daerah (RUED) sebesar 20% pada 2025.

Berkaca dari tantangan tersebut, Ai Saadiyah Dwidaningsih menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya mengkampanyekan transisi energi. Untuk itu, Provinsi Jawa Barat telah membentuk Forum Energi Daerah. Forum ini menjadi wadah membahas isu-isu strategis di bidang sumber daya energi dari berbagai sudut pandang untuk memberikan masukan bagi kebijakan sesuai Rencana Umum Energi Daerah (RUED) dan kebijakan energi nasional.

“Kami terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menggaungkan transisi energi. Kami melihat transisi energi menjadi penting karena kondisi bumi kita yang telah memasuki era pendidihan global (global boiling), bukan lagi pemanasan global. Apabila kita tidak melakukan langkah yang lebih konkret untuk menurunkan emisi, situasinya akan semakin memburuk,” ujar Ai Saadiyah Dwidaningsih.

Deon Arinaldo, Manajer Program Transformasi Energi, IESR memaparkan, kegiatan Jelajah Energi Jawa Barat diharapkan dapat meningkatkan pemahaman publik mengenai manfaat dan potensi energi terbarukan. Menurutnya, mengunjungi wilayah yang memanfaatkan energi terbarukan diiringi dengan penyebaran narasi dan praktik baik yang berasal dari inisiasi masyarakat, industri, dan pemerintah, akan menjangkau masyarakat secara lebih luas. Dengan demikian, peluang mendorong inspirasi dan inisiatif mandiri dari berbagai aktor termasuk masyarakat umum akan semakin besar dalam mendorong transformasi energi berkelanjutan di Indonesia.

“Energi terbarukan itu sangat dekat dengan kita dan bisa dimanfaatkan oleh siapa saja. Untuk itu, kami mendorong kolaborasi seluruh pihak agar dapat bergotong royong dalam transisi energi. Cara bergotong royong ini perlu dimulai dengan pemahaman mengenai energi terbarukan dan manfaatnya bagi lingkungan dan ekonomi. Melalui pengetahuan ini, diharapkan masyarakat dapat memberikan dukungan penuh dalam implementasi solusi-solusi berbasis energi bersih,” ujar Deon Arinaldo.

Deon menjelaskan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, IESR telah menyediakan platform belajar transisi energi bernama Akademi Transisi Energi yang dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat.

“Berbagai kelas transisi energi yang mudah dicerna tersedia di Akademi Transisi Energi. Bahkan ke depannya, tidak menutup kemungkinan akan terdapat berbagai cerita praktik baik pemanfaatan energi terbarukan, termasuk pengalaman Jelajah Energi Jawa Barat ini, terdokumentasi di sana,” imbuh Deon.

Jelajah Energi Jawa Barat diikuti berbagai pihak mulai akademisi, komunitas, hingga jurnalis. Tim ini akan mengunjungi 9 lokasi strategis untuk melihat dampak positif dari pemanfaatan energi terbarukan. Destinasi yang dikunjungi yakni PLTSa TPST Bantar Gebang, PLTS Terapung Cirata, PLTA Cirata, PLTMH Gunung Halu, Cofiring dan PLTS PT Kahatex Majalaya, Surya Energi Indonesia, PLTP Kamojang, Biogas & PLTS Koperasi Produsen Karya Nugraha Jaya, Ekowisata Mangrove Cirebon.(RA)