JAKARTA – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mulai melakukan pengeboran sumur eksplorasi TMD-001 di Wilayah Kerja (WK) Blok Rokan, Riau, pada 31 Oktober 2026 pukul 23.50 WIB. Sumur ini ditargetkan mampu mengungkap potensi sumber daya gas mencapai 250 billion cubic feet (BCF).

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan, pengeboran sumur TMD-001 menjadi salah satu upaya untuk menambah potensi sumber daya migas nasional, khususnya dari wilayah kerja yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung produksi minyak Indonesia.

Berdasarkan estimasi awal, sumur eksplorasi tersebut memiliki potensi sumber daya gas sebesar 250 BCF atau setara dengan 26 juta barel minyak dalam perhitungan recoverable.

“Sumur ini akan dibor secara vertikal menggunakan rig TMMJ-18 (1500 HP) dengan target lapisan Formasi Pematang Upper Red Bed (URB) Sand pada interval 7840 ftMD. Sumur ini di targetkan dapat menghasilkan Cadangan Gas dengan 250 BCF ( OIP/Original In-Place) atau setara 26 juta Barel Minyak (Recoverable),” kata Djoko dalam keterangannya, Minggu (1/11).

Pengeboran sumur TMD-001 direncanakan berlangsung selama 100 hari, termasuk tahapan penyelesaian sumur atau completion. Dengan demikian, hasil pengeboran ini akan menjadi salah satu indikator penting untuk mengevaluasi potensi hidrokarbon pada target eksplorasi tersebut.

Dalam pelaksanaannya, PHR WK Rokan menggunakan skema kontrak Gross Split dengan estimasi biaya pengeboran mencapai US$33,2 juta.

Kegiatan pengeboran akan dilaksanakan sesuai program kerja dengan mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta penerapan Good Engineering Practices. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan seluruh tahapan operasi berjalan aman, lancar, dan sesuai target yang telah ditetapkan.

Keberhasilan pengeboran sumur TMD-001 diharapkan dapat membuka peluang penemuan sumber daya gas baru di Blok Rokan sekaligus memperkuat prospek pengembangan lapangan migas di wilayah kerja tersebut.