JAKARTA – PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) mencetak milestone besar setelah banting setir ke sektor energi. Emiten yang sebelumnya bernama PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk itu mengamankan kontrak Engineering, Procurement and Construction (EPC) Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) 2 x 100 MW senilai Rp3,8 triliun dari PLN Indonesia Power.
Kontrak tersebut diraih melalui anak usaha, PT Karya Bersinar Indonesia (KBI), dan telah dilaporkan perseroan dalam keterbukaan informasi BEI pada 31 Oktober 2026.
Direktur BIKE, Muhamad Kuswandi, mengatakan proyek PLTMG ini akan menjadi penopang keandalan listrik, khususnya untuk menjaga daya saing Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.
“Tambahan energi listrik yang andal menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing Bali sekaligus mendorong pertumbuhan investasi dan perekonomian daerah,” tulis Kuswandi dalam keterangan resmi, (30/10/2026).
Kontrak jumbo ini menjadi bukti nyata transformasi BIKE pasca masuknya pengendali baru, PT Penajam Makmur Jaya (PMJ), yang kini menguasai 74,9% saham atau 969,17 juta saham BIKE.
Perubahan haluan bisnis dari industri sepeda ke sektor teknologi, data, energi, infrastruktur dan pangan disahkan dalam RUPSLB pada 2 Juli 2026 dengan dukungan 100% pemegang saham.
Sejak pergantian kemudi, manuver korporasi BIKE cukup agresif. Pada 17 September 2026, melalui anak usaha PT Ratu Karya, BIKE menandatangani MoU dengan Perumda Pasar Jaya untuk pengembangan kawasan Pasar Minggu.
Disusul pada 8 Oktober 2026, melalui PT Prambanan Nusantara Energi (PNE), BIKE mengakuisisi 45% saham PT Sumber Bara Abadi (SBA), setelah sebelumnya mencaplok 72% saham PT Berau Usaha Mandiri.
Rangkaian aksi korporasi itu membuat saham BIKE beberapa kali menyentuh Auto Reject Atas (ARA), hingga akhirnya disuspensi Bursa untuk ketiga kalinya pada 20 Oktober 2026. BEI juga mencatat BIKE masuk dalam kategori saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration/HSC).
Dengan kontrak Rp3,8 triliun ini, perseroan memproyeksikan adanya tambahan sumber pendapatan usaha yang signifikan ke depan.(RA)




Komentar Terbaru