JAKARTA – PT Medco E&P Natuna melakukan tajak (spud in) Sumur Eksploitasi WB-H04 di Wilayah Kerja (WK) Block B Natuna pada 30 September 2026 . Sumur tersebut ditargetkan menghasilkan produksi gas awal sebesar 25 MMSCFD.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu migas (SKK Migas)  mengatakan, kegiatan pengeboran Sumur WB-H04 menjadi bagian dari upaya meningkatkan produksi migas nasional, khususnya dari wilayah kerja di lepas pantai Natuna.

Menurut Djoko, Sumur WB-H04 akan dibor secara directional menggunakan rig SDP (Shelf Drilling Perseverance) berkapasitas 3.000 HP. Pengeboran menargetkan sejumlah lapisan reservoir, yakni Arang-3, ULA, Udang-1, Udang-2, Udang-3, dan Udang-4A. “Target interval pengeborannya berada pada kedalaman 3.490 hingga 5.743 ftMD,” kata Djoko dalam keterangannya, Kamis (1/10).

Dia menjelaskan, Sumur WB-H04 ditargetkan dapat menghasilkan produksi gas awal sebesar 25 MMSCFD. Adapun kegiatan pengeboran diperkirakan berlangsung selama 55 hari, yang mencakup tahapan move, drilling hingga initial completion. Nilai Approved for Expenditure (AFE) untuk kegiatan pengeboran tersebut mencapai US$29,5 juta.

SKK Migas memastikan pelaksanaan pengeboran dilakukan dengan mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta penerapan Good Engineering Practices.

“Kegiatan pengeboran Sumur WB-H04 akan dilaksanakan sesuai program pengeboran dengan tetap mengedepankan aspek HSSE serta Good Engineering Practices agar kegiatan berlangsung aman, lancar dan selamat mencapai target yang telah ditetapkan, bahkan lebih,” tutur Djoko.

Pengeboran sumur eksploitasi tersebut diharapkan dapat mendukung upaya menjaga dan meningkatkan produksi gas nasional, sekaligus mengoptimalkan potensi migas dari WK Block B Natuna.