JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto diisilam melakukan reshuffle kabinet pada Kamis (1/10/2026). Sejumlah menteri, pejabat setingkat menteri, serta Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) kabarnya akan dilantik di Istana Kepresidenan Jakarta mulai pukul 13.30 WIB.
Beberapa sumber Dunia Energi tidak menampik adanya rencana reshuffle kebinet dimana salah satu perubahan penting dalam reshuffle kali ini adalah pembentukan kementerian koordinator baru, yakni Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi.
Bahlil Lahadalia disebut akan mengisi posisi Menko Hilirisasi dan Energi sekaligus menjalankan tugas sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk sementara.
Dengan skema tersebut, Bahlil akan memegang koordinasi kebijakan hilirisasi dan energi sekaligus tetap menangani Kementerian ESDM sampai ditetapkannya Menteri ESDM definitif.
Perubahan struktur tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam reshuffle kabinet karena sektor hilirisasi dan energi selama ini memiliki keterkaitan erat dalam agenda industrialisasi, penguatan nilai tambah sumber daya alam, serta ketahanan energi nasional.
Berdasarkan informasi yang beredar terkait pelantikan, sejumlah posisi strategis juga mengalami perubahan.
Listyo Sigit Prabowo disebut akan bergeser menjadi Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), sementara posisi Kapolri akan diisi Suyudi Ario Seto. DPR sebelumnya telah menyetujui Suyudi sebagai calon Kapolri untuk menggantikan Listyo Sigit.
Selain itu, Sugiono disebut menempati posisi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), sementara posisi Menteri Luar Negeri akan diisi Arrmanatha Christiawan Nasir.
Sarmuji juga disebut masuk dalam jajaran menteri sebagai Menteri Perindustrian. Sementara Dedy Prasetyo disebut akan menjabat sebagai Kepala Badan Reformasi Agraria Nasional.
Untuk jajaran wakil menteri, Karyoto disebut ditunjuk sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Reshuffle ini sekaligus membawa perubahan pada konfigurasi koordinasi pemerintahan. Sebelumnya, Kabinet Merah Putih memiliki enam kementerian koordinator, antara lain Kemenko Politik dan Keamanan, Kemenko Hukum HAM Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kemenko Perekonomian, Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, serta Kemenko Pemberdayaan Masyarakat dan Kemenko Pangan.
Kementerian ESDM sendiri sebelumnya dipimpin Bahlil Lahadalia. Presiden Prabowo melantik Bahlil sebagai Menteri ESDM pada 21 Oktober 2024.
Dengan munculnya Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi, struktur koordinasi kebijakan pemerintah di sektor sumber daya alam dan energi berpotensi mengalami perubahan. Hilirisasi yang sebelumnya menjadi bagian dari agenda lintas kementerian kini diarahkan berada dalam satu koordinasi bersama sektor energi.





Komentar Terbaru