JAKARTA – Potensi pasar specialty chemical untuk kegiatan hulu migas di Indonesia Timur semakin menguat, seiring meningkatnya kebutuhan drilling fluid untuk kegiatan pengeboran. PT Pertamina Lubricants (PTPL) memasarkan Smooth Fluid 05 (SF-05) untuk kebutuhan BP Tangguh LNG di Sorong, Papua Barat, dengan volume mencapai 12.000 barel, sekitar empat kali lipat dibandingkan pengiriman sebelumnya yang berada di kisaran 3.000–5.000 barel.

SF-05 merupakan high performance drilling fluid yang digunakan sebagai base fluid untuk lumpur pengeboran tipe Oil Base Mud (OBM) dan berperan penting dalam mendukung kelancaran proses pengeboran. Material ini membantu mengangkat serbuk bor ke permukaan, mendinginkan dan melumasi mata bor dan kawat bor, mengontrol tekanan formasi di dalam sumur, dan membentuk lapisan tipis (mud cake) pada dinding lubang bor.

“Peningkatan volume SF-05 yang dipasarkan ke Tangguh LNG menjadi salah satu indikator berkembangnya kebutuhan specialty chemical yang berkualitas untuk kegiatan hulu migas di Indonesia Timur. Kami melihat ini sebagai peluang untuk memperluas pemanfaatan produk dalam negeri sekaligus mempertemukan kapabilitas Pertamina dengan kebutuhan industri di kawasan tersebut,” ujar Rika Gresia Wahyudi, Corporate Secretary Pertamina Lubricants, Senin(28/9).

Sebagai commercial arm Pertamina untuk bisnis specialty chemical, PTPL berperan dalam mengidentifikasi kebutuhan pasar, mengembangkan hubungan dengan pelanggan, serta memasarkan produk yang dikembangkan dan diproduksi di lingkungan Pertamina Group. Pada kesempatan ini, PTPL menghubungkan produk yang diproduksi PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan dengan kebutuhan pengeboran BP Tangguh LNG.

Dengan adanya produk seperti SF-05, Pertamina Lubricants berharap dapat terus mengembangkanan solusi yang sesuai dengan kebutuhan industri sekaligus memperkuat pengembangan produk specialty chemical khususnya di industri hulu migas. Langkah ini juga sejalan dengan visi Pertamina Lubricants untuk mendukung kemandirian energi nasional melalui optimalisasi produk domestik yang mampu bersaing di pasar global.(RA)