JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT SAKA Energi Sepinggan (SES) terus mengawal persiapan pengeboran Sumur Eksplorasi Saka Manpatu-1 (SM-1) di Wilayah Kerja (WK) Eksplorasi Pekawai.
Djoko Sisawnto, Kepala SKK Migas mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan saat ini telah memasuki tahap persiapan akhir menuju tajak yang ditargetkan pada 18 September 2026.
“Mohon doa, insya Allah eksplorasi SAKA dapat menghasilkan hidrokarbon berupa gas dan kondensat melebihi target,” ujar Djoko dalam keterangannya, Kamis (17/9).
Menurut Djoko, Rig Soehanah saat ini telah berada pada tahap persiapan akhir untuk pelaksanaan tajak Sumur SM-1. SKK Migas bersama SES terus melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap penyelesaian seluruh aspek kesiapan operasi.
Kesiapan tersebut mencakup rig, instalasi dan integrasi peralatan dari service company, pengujian sistem dan peralatan, hingga kesiapan personel serta aspek keselamatan sebelum operasi pengeboran dimulai.
Sumur SM-1 direncanakan dibor secara directional dengan profil S-type hingga kedalaman akhir sekitar 12.000 feet True Vertical Depth Subsea (ftTVDSS). Estimasi waktu operasi pengeboran mencapai 91,07 hari.
Sasaran utama pengeboran adalah mengevaluasi potensi hidrokarbon pada Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) dan Sepinggan Deltaic Sequence (SDS).
Pengeboran tersebut diharapkan dapat membuktikan keberadaan hidrokarbon pada reservoir potensial di Struktur Saka Manpatu. Struktur ini memiliki Estimated Total Inplace (P50) sebesar 108,5 miliar cubic feet (BCF) gas.
Selain membuktikan potensi hidrokarbon, pengeboran SM-1 juga ditujukan untuk memperoleh data geologi dan reservoir yang akan digunakan dalam evaluasi potensi sumber daya serta kontinuitas reservoir lebih lanjut.
Djoko mengatakan, pelaksanaan pengeboran SM-1 memiliki arti strategis dalam mendukung peningkatan kegiatan eksplorasi dan penambahan sumber daya migas nasional.
Keberhasilan pengeboran diharapkan tidak hanya membuktikan potensi hidrokarbon di Struktur Saka Manpatu, tetapi juga membuka peluang pengembangan dan monetisasi sumber daya baru di wilayah tersebut.
“Sinergi dan koordinasi antara SKK Migas, SES, serta seluruh kontraktor dan service company akan terus diperkuat untuk memastikan setiap tahapan operasi terlaksana secara aman, efektif, efisien, dan sesuai dengan program yang telah disepakati,” kata Djoko.
Seluruh pihak juga berkomitmen mengutamakan keselamatan kerja, integritas dan keandalan teknis, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta perlindungan lingkungan dalam setiap tahapan kegiatan.
Dengan target tajak pada 18 September 2026, pengeboran Sumur Eksplorasi Saka Manpatu-1 diharapkan berjalan aman dan lancar serta mencapai seluruh objektif eksplorasi yang telah ditetapkan.





Komentar Terbaru