JAKARTA – Sembilan medali emas, lima perak, dan enam perunggu yang diraih atletik Indonesia pada SEA Games Thailand 2025 menjadi bukti bahwa prestasi olahraga dibangun melalui proses panjang yang jarang terlihat di podium. Di balik setiap pencapaian, terdapat latihan yang konsisten, pembinaan yang berkelanjutan, serta dukungan dari berbagai pihak yang bersama-sama menciptakan ruang bagi atlet muda untuk berkembang.

Keberhasilan tersebut tidak lahir secara instan. Dibutuhkan ekosistem yang mampu menjaga kesinambungan pembinaan, mulai dari pencarian bibit atlet, pengembangan kemampuan, hingga pendampingan agar para atlet dapat terus berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu kolaborasi yang mendukung upaya tersebut dijalankan oleh Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) bersama Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID sejak 2023. Melalui program pembinaan yang berkelanjutan, talenta muda dari berbagai daerah mendapatkan kesempatan untuk berlatih bersama pelatih nasional, mengikuti berbagai kompetisi, serta terus mengembangkan potensinya.

Hingga kini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 4.000 atlet melalui 13 kejuaraan daerah. Pembinaan juga diberikan kepada atlet dan pelatih secara langsung serta didukung melalui penyelenggaraan berbagai kejuaraan tingkat nasional maupun internasional yang menjadi wadah pengembangan prestasi.

Pelatih lari PB PASI, Fitri Haryadi, menilai keberlanjutan pembinaan menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan prestasi atletik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, dukungan terhadap program pembinaan dan fasilitas latihan semakin baik dan telah membantu menciptakan lingkungan kondusif yang memungkinkan atlet berkembang secara optimal.

“Dukungan MIND ID menjadi salah satu peran penting untuk kemajuan atletik Indonesia. Salah satu contohnya adalah keberadaan pusat pelatihan Pelatnas di Pangalengan, Jawa Barat,” ujar Fitri saat dihubungi, Minggu (19/7/2026).

Menurut Fitri, dampak dari pembinaan tersebut mulai terlihat dari meningkatnya prestasi atlet Indonesia di berbagai ajang internasional. Pada SEA Games Thailand 2025, cabang atletik berhasil menjadi salah satu penyumbang medali emas terbanyak bagi kontingen Indonesia dengan torehan sembilan medali emas.

“Prestasi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten mampu menghasilkan atlet-atlet yang kompetitif di level internasional,” katanya.

Lebih jauh, hasil pembinaan juga mulai terlihat pada proses regenerasi atlet nasional. Seusai Kejuaraan Nasional Atletik Kelompok Umur U16-U20 2026, tiga atlet Indonesia berhasil lolos kualifikasi Kejuaraan Dunia U20 di Oregon, Amerika Serikat, yang akan berlangsung pada Agustus 2026.

Bagi PB PASI, capaian tersebut menjadi indikator penting bahwa pembinaan tidak hanya menghasilkan prestasi jangka pendek, tetapi juga menyiapkan generasi atlet berikutnya yang mampu menjaga daya saing Indonesia di panggung internasional.

“Ini menunjukkan bahwa pembinaan atlet tidak hanya fokus pada atlet senior, tetapi juga memastikan munculnya generasi baru atlet Indonesia yang siap bersaing di level dunia,” ujar Fitri.

Ia berharap kolaborasi berbagai pihak dalam pembinaan olahraga nasional dapat terus berlanjut sehingga para atlet Indonesia memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai ajang internasional, mulai dari SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade Los Angeles 2028.

Sejalan dengan komitmennya dalam pembangunan genersi emas Indonesia, dukungan pada program pembinaan olahraga merupakan bagian kontribusi nyata investasi sosial jangka panjang. Dari lintasan lari hingga panggung dunia, perjalanan para atlet mencetak prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Generasi Emas Indonesia dapat berkembang melalui kesempatan, pembinaan, dan dukungan yang diberikan secara berkelanjutan.