JAKARTA – Indonesia Center for Renewable Energy Studies (ICRES) menilai terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2026 sebagai langkah berani pemerintah menegakkan kedaulatan ekonomi sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.
“Menempatkan BUMN sebagai pelaksana utama ekspor komoditas strategis, termasuk batu bara, adalah upaya konkret memastikan hasil bumi Indonesia memberi nilai tambah optimal bagi kemakmuran rakyat, bukan hanya dinikmati segelintir korporasi global atau domestik,” ujar Ketua Umum ICRES, Surya Darma, kepada Dunia Energi, Rabu (10/6/2026).
Namun dari sisi transisi energi dan iklim investasi, ICRES memberi tiga catatan strategis.
Pertama, tata kelola transparan dan bebas rente. Penunjukan BUMN sebagai perantara tunggal dan penentu harga ekspor memberi kekuasaan besar. Pemerintah wajib menjamin proses berjalan dengan Good Corporate Governance dan transparan. “Jangan sampai rantai birokrasi baru ini justru menciptakan inefisiensi yang melemahkan daya saing komoditas kita di pasar global,” kata Surya.
Kedua, momentum phase-down batu bara domestik. Dengan ekspor dikendalikan satu pintu, pemerintah memiliki instrumen penuh mengatur volume produksi nasional. ICRES berharap wewenang itu digunakan untuk menyelaraskan kuota ekspor dengan pembatasan produksi dalam negeri yang sudah mulai dipangkas ke kisaran 600 juta ton. “Ini kesempatan emas membatasi ketergantungan pada energi fosil,” tegasnya.
Ketiga, kepastian hukum dan masa transisi. Masa transisi hingga 31 Desember 2026 harus dimanfaatkan mengevaluasi kontrak eksisting secara adil. Ruang pengecualian bagi pelaku usaha yang sudah investasi hilirisasi harus dijaga agar tidak menimbulkan kegaduhan iklim investasi dan menurunkan kepercayaan investor internasional.
PP No. 24 Tahun 2026 mengatur pelimpahan kewenangan ekspor komoditas strategis kepada BUMN dan mulai berlaku efektif setelah masa transisi berakhir 31 Desember 2026.
“ICRES menegaskan kontrol ketat ekspor energi fosil lewat PP 24/2026 seharusnya menjadi pendorong utama pemerintah beralih ke energi domestik yang lebih bersih dan murah dalam jangka panjang,” kata Surya Darma.(RA)


Komentar Terbaru