JAKARTA — Pertama kali mempunyai saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), Direktur BRMS Adrian Wicaksono langsung memborong 810.000 lembar dalam tiga transaksi yang dilakukan pada 2–3 Juni 2026. Saham BRMS ditutup melemah 7,76% atau 45 poin pada perdagangan Rabu (3/6/2026).
Adrian yang merupakan lulusan Sarjana Ekonomi dari Suffolk University, Boston, Massachusetts, sebelumnya tidak memiliki saham BRMS. Pembelian saham dilakukan dengan tujuan investasi.
Berdasarkan keterbukaan informasi, pada Selasa (2/6/2026) Adrian membeli 350.000 saham BRMS pada harga Rp580 per saham. Nilai transaksi mencapai Rp203 juta. Selanjutnya, pada Rabu (3/6/2026), Adrian kembali membeli 160.000 saham BRMS pada harga Rp500 per saham dan 300.000 saham pada harga Rp530 per saham. Nilai transaksi pertama pada 3 Juni mencapai Rp80 juta, sedangkan transaksi kedua mencapai Rp159 juta.
Dengan demikian, total pembelian pada hari tersebut mencapai Rp239 juta. Secara keseluruhan, Adrian menggelontorkan dana sekitar Rp442 juta untuk mengakumulasi saham BRMS dalam dua hari perdagangan.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Adrian di BRMS menjadi sebanyak 810.000 saham, dari sebelumnya nihil.
Sebelum bergabung dengan perseroan, Adrian pernah bekerja di Suffolk University Finance Department, Boston, Massachusetts sebagai asisten dan mengawali karier profesional di Departemen Akuntansi Star Energy pada 2006.
Kariernya di pasar modal dimulai di Nusantara Capital Securities sebagai analis junior pada 2010–2012, kemudian menjadi analis pada periode 2013–2015. Sejak 2015, Adrian menjabat sebagai Co-Owner/Co-Founder PT Tri Karya Teslatama serta Direktur PT AP Investment. Dia juga mengantongi sertifikat perantara pedagang efek Indonesia dari Komite Standar Profesi Pasar Modal. Dari sisi riwayat pendidikan, Adrian merupakan
Sepanjang tahun berjalan (YtD), harga saham BRMS menyusut 51,80%, meskipun masih naik 35,79% dalam setahun terakhir.


Komentar Terbaru