JAKARTA – PT Merdeka Cooper Gold Tbk (MDKA) menargetkan proyek Tembaga Tujuh Bukit sebagai pilar baru bagi pertumbuhan kinerja perseroan. Saat ini, proyek Tembaga Tujuh Bukit masih dalam fase pra produksi.

Pada kuartal I-2026, proyek ini memasuki tahap finalisasi studi kelayakan (feasibility study) menuju kesiapan eksekusi. Proses tersebut dilakukan lewat pengujian metalurgi dan optimasi desain tambang untuk meningkatkan perolehan dan efisensi biaya serta memperkuat nilai ekonominya.

“Kami membangun platform pertumbuhan terintegrasi, dengan emas sebagai penghasil arus kas dan nikel sebagai motor masa depan. Pencapaian di Pani dan kinerja nikel menegaskan peran strategis perseroan dalam rantai pasok energi global,” kata Presiden Direktur Merdeka Copper Gold, Albert Saputro dalam keterangan resmi.

MDKA telah menggelontorkan investasi mencapai US$200 juta sejak 2018 untuk studi kelayakan, termasuk operasi sepanjang 1.890 meter, pengeboran, hingga studi pra-kelayakan (pre-feasibility study) pada Mei 2026.

Pada puncak produksinya, proyek ini diperkirakan dapat memproses 24 juta ton bijih per tahun, sehingga menghasilkan lebih dari 110 ribu ton tembaga dan 350 ribu ounces emas per tahun selama lebih dari 30 tahun.

Total kandungan sumber daya mineral proyek tersebut saat ini mencapai 1,7 miliar ton, setara dengan 8,2 juta ton tembaga dan 27,9 juta ounces emas.(RA)