JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) menginisiasi program “Triple 100” mulai tahun 2026 sebagai langkah percepatan kegiatan hulu migas serta pemanfaatan potensi dana yang biasanya tidak terserap setiap tahun.
Program Triple 100 menargetkan pengeboran 100 sumur eksplorasi, 100 kegiatan multi-stage fracturing, serta 100 sumur pengembangan. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan peluang realisasi anggaran yang selama ini belum terserap maksimal.
Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas, mengungkapkan program ini boleh jadi merupakan salah satu ambisis besar SKK Migas dalam rangka merealisasikan target produksi migas dengan cara memperbanyak kegiatan baik itu eksplorasi untuk menambah cadangan serta eksploitasi atau pengembangan lapangan.
“100 sumur yang tadi disampaikan untuk sumur eksplorasi. 100 sumur multi-stage fracturing. Kemarin kami sudah MoU dengan Schlumberger, next dengan Halliburton, dan PDSI untuk menyiapkan unit untuk pemboran multi-stage fracturing ini,” kata Djoko di komplek parlemen, Rabu (11/2).
Berdasarkan data historis, realisasi program kerja dan anggaran (WP&B) dalam tiga tahun terakhir berada di kisaran 80–85% menyisakan 15–20% anggaran yang tidak terserap. Dengan outlook 2026 yang disebut tidak memiliki proyek besar baru, SKK Migas melihat adanya peluang 15–20% anggaran yang bisa didorong untuk meningkatkan aktivitas.
Pada sektor eksplorasi, SKK Migas memasang target 100 sumur. Namun dalam WP&B 2026, rencana teknis baru mencatat 39 sumur, sehingga masih terdapat gap 61 sumur.
Sementara itu, untuk kegiatan multi-stage fracturing, dari target 100 kegiatan, WP&B 2026 baru merencanakan 17 kegiatan artinya terdapat kekurangan 83 kegiatan untuk mencapai target.
Djoko menjelaskan hingga Januari 2026, yakni realisasinya sudah ada 13 sumur eksplorasi dibor, kemudian ada enam kegiatan fracturing, dan 13 sumur pengembangan.
Melalui program Triple 100, SKK Migas berupaya memanfaatkan anggaran yang belum terserap untuk mendorong peningkatan aktivitas pengeboran dan stimulasi sumur. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat upaya peningkatan produksi migas nasional di tengah tantangan investasi dan keterbatasan proyek berskala besar pada 2026.
“Alhamdulillah kita sudah ada dapat tambahan 13 sumur untuk eksplorasi dari WP&B yang sudah kami tanda tangani. Kemudian untuk multi-stage fracturing kami sudah dapat 6 tambahan. Totalnya sudah 13. Sehingga kami memerlukan upaya-upaya lagi nanti sepanjang tahun sampai dengan bulan Desember tambahan untuk eksplorasi 48 sumur, untuk multi-stage fracturing 77. Karena ini tergantung dari pada kesiapan unitnya juga. Sehingga total kita masih membutuhkan 88 sumur lagi,” jelas Djoko. (RI)



Komentar Terbaru