Dunia Energi Logo Selasa, 21 November 2017

Kembangkan Terminal BBM Sambu, Kiprah Pertamina Masuki Babak Baru

 

Terminal BBM Pulau Sambu.

Terminal BBM Pulau Sambu.

JAKARTA – Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budya menyatakan, kiprah badan usaha milik negara (BUMN) yang dikawalnya itu telah memasuki babak baru, dengan pengembangan dan peningkatan kapasitas Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pulau Sambu yang berada di Kepulauan Riau.   

“Pengembangan TBBM Sambu ini sangat bersejarah. Terminal BBM ini sudah ada sejak 1918, sehingga menjadikan Pertamina memasuki babak baru sebagai Storage and Blending Facility Provider (penyedia sekaligus pengelola fasilitas penyimpanan dan pengolahan BBM, red),” ujar Hanung.

Proyek pengembangan dan peningkatan kapasitas TBBM Pulau Sambu itu sendiri telah diresmikan pelaksanaannya pada Rabu, 12 Februari 2014. Nantinya kapasitas terminal BBM itu bakal mencapai 300.000 KL (Kiloliter) dengan dermaga berkapasitas LR 100.000 DWT yang dilengkapi fasilitas Terminal Automation System, serta blending untuk produk Solar dan MFO berstandar internasional.  

TBBM Pulau Sambu, kata Hanung, nantinya juga akan dimanfaatkan oleh PT Pertamina Energy Services (PES) sebagai sinergi Pertamina dengan anak perusahaan, guna mendukung bisnis BUMN ini menjadi oil trader (penyuplai minyak, red) di wilayah regional Asia Tenggara. 

Selain proyek pengembangan dan peningkatan kapasitas TBBM Pulau Sambu, pada hari yang sama Pertamina juga meresmikan enam proyek hilir lainnya. Diantaranya proyek pengembangan TBBM Tanjung Uban dengan tambahan kapasitas tangki timbun sebesar 200.000 KL lengkap dengan Terminal Automation System dan dermaga baru berkapasitas LR 100.000 DWT, serta fasilitas blending Mogas yang dapat meningkatkan fleksibilitas pembelian impor produk Premium atau HOMC 92 dan Naphta.

Selain itu, Pertamina juga meresmikan proyek terminal LPG Panjang, Lampung dengan kapasitas tangki timbun 5.000 metrik ton yang telah melayani pasokan LPG untukLampung dan sekitarnya sekaligus sebagai buffer stock untuk wilayah Sumatera Selatan dan Bengkulu.

Lalu Pertamina juga meresmikan kapal Very Large Gas Carrier (VLGC) berkapasitas 84.000 cubic metric (setara dengan 50.000 Ton LPG) dengan panjang kapal 225,8 meter yang merupakan terbesar di dunia. Kapal VLGC ini merupakan bagian dari rencana penambahan armada milik Pertamina untuk memperkuat jumlah armada kapal milik Pertamina, khususnya tipe LPG carrier untuk meningkatkan efisiensi dan memperlancar distribusi LPG ke seluruh wilayah Indonesia serta meningkatkan posisi tawar Pertamina di antara para ship owners.

Selanjutnya adalah tiga proyek Depo Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di tiga lokasi bandara Internasional, yaitu DPPU Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, DPPU Hassanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, dan DPPU Bandara Internasional Lombok, Mataram, NTB. Ketiga proyek pembangunan DPPU tersebut  bertujuan untuk meningkatkan pelayanan bisnis penjualan Avtur Pertamina dalam dunia penerbangan nasional maupun internasional.

Pemain Utama Bisnis Migas

Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan mengatakan, nilai investasi pada tujuh proyek infrastruktur hilir Pertamina itu mencapai US$340 juta. Untuk proyek pengembangan dan peningkatan kapasitas TBBM Pulau Sambu dan TBBM Tanjung Uban ditargetkan selesai pada 2016.

Karen menuturkan, tujuh proyek hilir ini bakal menyokong Pertamina dalam upaya menjadi pemain utama bisnis niaga migas (minyak dan gas) di tingkat regional menuju aspirasi Asian Energy Champion 2025. Sekaligus mendukung pencapaian kinerja dan tugas-tugas Pertamina sebagai Indonesia’s National Energy Backbone.

Hanung pun menambahkan, peresmian proyek-proyek dengan nilai total US$340 juta ini sangat penting, karena keberhasilan pembangunan dan revitalisasi ini adalah bagian dari kemajuan Pertamina dan Indonesia.

“Proyek-proyek ini merupakan proyek strategis yang sangat mendukung percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi secara nasional dan menjadi momentum untuk mendukung percepatan proses transformasi ekonomi khususnya di wilayah bersangkutan serta meningkatnya efisiensi ekonomi dan sistem logistik antar wilayah, antar pulau, dan antar negara,” tandas Hanung.

(Abdul Hamid / duniaenergi@yahoo.co.id)

Trackbacks

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)